Manajer Tottenham, Frank, memberikan pujian besar atas peningkatan performa dua penyerangnya, Randal Kolo Muani dan Xavi Simons, usai kemenangan penting melawan Frankfurt di Liga Champions.
Frank menilai gol Kolo Muani di laga tersebut dapat menjadi pemicu kepercayaan diri, sementara grafik permainan Xavi Simons terus meningkat di tengah kerasnya persaingan Liga Primer Inggris.
Frank Apresiasi Kolo Muani
Frank mengaku sangat terkesan dengan penampilan Kolo Muani saat menghadapi Frankfurt. Ia berharap gol itu menjadi titik balik bagi sang striker setelah melewati paruh pertama musim yang berat. “Saya berharap gol dan performa ini memberi dorongan besar untuk kepercayaan dirinya,” kata Frank.
Ia menambahkan, “Saya selalu menyukai kualitas dan kemampuannya. Dia memberi kami dimensi berbeda. Aksi awalnya di menit kedua melawan Frankfurt—menyisir sisi kiri—menunjukkan betapa menakutkannya kemampuan satu lawan satu dan kecepatannya.”
“Golnya dieksekusi dengan baik: berdiri di posisi ideal di kotak enam yard untuk menyambar bola hasil sundulan. Kemampuan berlari ke belakang garis pertahanan juga terlihat jelas. Semoga kami makin dekat ke level terbaiknya.”
Menurut Frank, Kolo Muani membutuhkan ritme bermain yang stabil. Ia datang tanpa pra-musim yang memadai, sempat cedera, dan mengalami patah rahang. “Kadang Anda hanya butuh ritme. Dia datang tanpa pra-musim, cedera, rahang patah, lalu butuh waktu menyesuaikan diri—geraknya tidak bisa bebas, dan seterusnya,” jelasnya.
“Semoga sekarang kami berada di jalur yang tepat dan dia bisa terus membaik.”
Tiga gol Kolo Muani musim ini seluruhnya tercipta di Liga Champions. Kemenangan atas Frankfurt mengantarkan Tottenham ke babak 16 besar.
Pertunjukan Xavi Simons
Pemain Tottenham lain yang menunjukkan tren positif di Liga Champions adalah Xavi Simons. Frank menilai progresnya konsisten.
“Sebenarnya Xavi sudah berada di jalur positif cukup lama, tapi tak dimungkiri tempo dan fisik di Liga Primer Inggris lebih tinggi dibanding banyak liga lain di Eropa,” ujar Frank.
“Jadi ada masa adaptasi untuknya dan juga Kolo. Walau ia sudah dua musim tampil di Liga Champions bersama Leipzig dan bermain di Bundesliga, ini tetap berbeda. Menurut saya, dia terus berkembang dan kian terlihat berbahaya.”
Frank mengakui periode adaptasi Simons di Liga Primer tidak mudah. Namun, ia yakin gelandang berusia 22 tahun itu menunjukkan tanda-tanda perbaikan seiring Tottenham memasuki jadwal padat dalam sebulan ke depan.
Perubahan taktik yang diterapkan Frank—termasuk beralih ke tiga bek dalam tiga laga terakhir—juga membantu pemain menemukan peran terbaiknya. “Banyak pemain kami terlihat berada di posisi yang tepat dalam formasi ini. Intinya, bagaimana menempatkan mereka di area terbaik agar performa mereka maksimal,” pungkasnya.
➡️ Baca Juga: Hapus Cache di HP: Fungsi Penting dan Waktu yang Tepat
➡️ Baca Juga: Fakta Infinix Note 50s 5G: Baterai 5500 mAh dan Gorilla Glass 5, Worth It?

