IHSG Turun di Sesi Pertama, Tertekan oleh Penurunan Saham Telkom Indonesia

Pada akhir perdagangan sesi I hari ini, Rabu (4/2/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penurunan menjadi 8.079,32, merosot 0,53 persen atau setara 43,28 poin. Penurunan ini terjadi di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi, dengan 450 saham mengalami penurunan harga sementara 275 saham menguat dan 233 saham lainnya tidak berubah. Total nilai transaksi selama paruh pertama perdagangan mencapai Rp 14,57 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 28,41 miliar saham dalam 1,85 juta transaksi.
Menurut data Bursa Efek Indonesia, IHSG dibuka dengan penguatan di level 8.194,68, naik 0,89 persen, namun tidak mampu mempertahankan penguatannya akibat meningkatnya tekanan jual hingga akhir sesi I. “Meski sempat kembali ke zona positif, IHSG tidak dapat bertahan karena adanya aksi jual yang kuat di pasar,” ungkap seorang analis pasar.
Data dari Refinitiv menunjukkan bahwa sektor konsumen non-primer mengalami penurunan paling dalam, mencapai 4,01 persen. Sektor teknologi juga mencatatkan penurunan, sebesar 2,57 persen, sementara sektor industri dan properti masing-masing terkoreksi sebesar 1,85 persen. Sebaliknya, sektor bahan baku memimpin penguatan dengan kenaikan 3,68 persen, diikuti oleh sektor finansial yang naik 0,97 persen dan sektor kesehatan yang meningkat 0,77 persen. Kenaikan pada sektor bahan baku didorong oleh saham-saham dalam industri pertambangan, seperti Amman Mineral (AMMN) dan Vale Indonesia (INCO).
Saham AMMN tercatat mengalami kenaikan sebesar 5,45 persen, menyentuh level 7.250 dan memberikan kontribusi sebesar 11,38 poin terhadap indeks. Kapitalisasi pasar IHSG pada sesi I tercatat di level Rp 14.589 triliun.
Di sektor perbankan, sebagian besar saham bergerak di zona hijau hingga siang ini, termasuk Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), Bank Syariah Indonesia (BRIS), dan Bank Tabungan Negara (BBTN) yang menunjukkan peningkatan lebih dari 1 persen. Secara khusus, BRIS menutup sesi I dengan penguatan signifikan mencapai 5,86 persen, berusaha mengangkat posisi indeks dari tekanan jual yang terjadi sejak pagi hari.
Namun, saham Telkom Indonesia (TLKM) menjadi penghambat utama bagi IHSG, memberikan kontribusi minus 17,88 poin. Selain TLKM, sejumlah emiten seperti MD Entertainment (FILM), Dian Swastatika Sentosa (DSSA), dan Mora Telematika Indonesia (MORA) juga memberikan tekanan pada posisi indeks di akhir sesi I.
Dengan IHSG turun di sesi pertama, tertekan oleh penurunan saham Telkom Indonesia, pasar menunjukkan volatilitas yang signifikan. Investor perlu memantau perkembangan selanjutnya untuk menentukan strategi investasi yang tepat.
➡️ Baca Juga: Cara Share Xbox Game Pass Ultimate ke 4 Teman (Family Plan)
➡️ Baca Juga: Kiai Kafabihi Mahrus Diprediksi Pimpin PBNU Jelang Muktamar 2023, Apakah Tepat?



