Finance

Belajar dari Kasus China: 5 Cek Wajib agar Investasi Emas Digital Aman

Kasus gagal cairnya dana di sejumlah platform emas digital di Tiongkok belakangan menarik perhatian dan menimbulkan kekhawatiran di Indonesia. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa investasi emas digital, meski praktis, tetap menyimpan risiko jika tidak didukung tata kelola yang kuat dan pengawasan memadai.

Di balik kemudahan transaksi dan janji likuiditas tinggi, investor perlu cermat menilai transparansi, legalitas, serta jaminan aset fisik sebelum membeli emas digital. Emas pada dasarnya merupakan instrumen yang relatif aman, tetapi saat diperdagangkan secara digital, ada beberapa hal krusial yang wajib diperiksa.

Hal yang perlu dicek sebelum berinvestasi emas digital:

Legalitas dan pengawasan regulator – Pastikan platform berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau terdaftar di Bappebti. – Legalitas menjadi dasar perlindungan hukum jika terjadi sengketa, sekaligus memastikan kepatuhan terhadap pelaporan, tata kelola, dan pengawasan yang ketat.

Kepastian emas fisik – Verifikasi bahwa saldo emas di aplikasi benar-benar didukung emas fisik dengan rasio 1:1. – Setiap gram emas yang dibeli harus memiliki wujud fisik yang disimpan aman di fasilitas resmi, bukan sekadar klaim digital.

Transparansi harga dan spread – Kenali selisih harga beli-jual (spread) dan bandingkan antarplatform. – Platform yang sehat menampilkan harga real time, transparan, dan mengikuti pergerakan pasar global dengan mekanisme pembentukan harga yang jelas.

Likuiditas dan kemudahan pencairan – Ketahui kecepatan proses penarikan dana, baik ke rupiah maupun ke emas fisik. – Opsi mencetak saldo emas digital menjadi emas batangan bersertifikat menjadi indikator penting bahwa aset digital benar-benar dapat diwujudkan.

Reputasi dan keamanan sistem digital – Telusuri rekam jejak perusahaan: profil, pengalaman operasional, serta pengelolaan aset nasabah. – Pastikan ada perlindungan berlapis seperti autentikasi dua faktor dan enkripsi data untuk meminimalkan risiko peretasan dan kebocoran data.

Pegadaian mengingatkan, kemudahan transaksi dan promosi agresif tidak boleh menjadi satu-satunya dasar keputusan. Sikap hati-hati, pemahaman risiko, serta pemilihan platform yang legal, transparan, dan diawasi regulator adalah kunci agar investasi emas digital tetap aman dan berkelanjutan.

➡️ Baca Juga: Temukan Bluetooth Tracker Terbaik untuk 2026: Panduan Lengkap dan Rekomendasi

➡️ Baca Juga: 15 Game Terbaru 2025 Masih Blas CPU 4 Core? Ternyata FPS Nya Masih 100 Kok Bisa Gitu?

Related Articles

Back to top button