Berita Utama

Mantan Pekerja Sosial Sekolah Jeffco Mengaku Bersalah atas Penyerangan Seks Anak

Seorang mantan pekerja sosial di Sekolah Jeffco, 40 tahun, telah mengaku bersalah atas tuduhan penyerangan seksual terhadap anak di bawah umur. Dalam sidang di pengadilan, ia mengakui perbuatannya yang terjadi antara 2018 hingga 2019, ketika ia berfungsi sebagai pekerja sosial di distrik sekolah tersebut. Kasus ini mencuat setelah pihak berwenang menerima laporan dari orang tua korban pada bulan April 2021.

Rincian Kasus

Pekerja sosial yang diidentifikasi sebagai Jason Lee, dilaporkan melakukan serangkaian tindakan yang tidak pantas terhadap seorang siswa berusia 15 tahun. Menurut dokumen pengadilan, Lee menggunakan posisinya untuk memanipulasi dan mengeksploitasi anak tersebut. Dalam pernyataannya, Lee menyampaikan penyesalan mendalam dan siap untuk menerima konsekuensi hukum dari tindakannya.

Pernyataan Resmi

“Ini adalah kasus yang sangat menyedihkan, di mana kepercayaan yang diberikan kepada seorang profesional di lingkungan pendidikan disalahgunakan,” kata Juru Bicara Distrik Sekolah Jeffco. “Kami berkomitmen untuk melindungi keselamatan siswa kami dan akan terus bekerja sama dengan pihak berwenang dalam penyelidikan ini.”

Latar Belakang

Kasus ini menyoroti pentingnya pengawasan dan perlindungan anak di lingkungan sekolah. Distrik Sekolah Jeffco telah menerapkan berbagai langkah untuk meningkatkan keamanan, termasuk program pelatihan untuk staf mengenai tanda-tanda perilaku predator dan pentingnya menjaga batas profesional dengan siswa. Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian terhadap isu penyerangan seksual di sekolah semakin meningkat, menuntut tindakan preventif yang lebih ketat.

Informasi Tambahan

Sebagai bagian dari kesepakatan pengakuan bersalah, Lee menghadapi hukuman penjara selama 10 hingga 15 tahun. Sidang dijadwalkan berlangsung pada bulan depan untuk memutuskan hukuman akhir. Sementara itu, pihak berwenang mengingatkan masyarakat untuk melaporkan setiap dugaan penyerangan seksual agar dapat diusut tuntas, demi melindungi anak-anak dan remaja dari potensi ancaman.

Kejadian ini juga menggarisbawahi pentingnya dukungan psikologis bagi korban, yang sering kali mengalami dampak emosional jangka panjang akibat tindakan kekerasan seksual. Lembaga-lembaga terkait diharapkan dapat memberikan bantuan dan pemulihan bagi yang terdampak, serta mendorong lingkungan yang lebih aman di sekolah-sekolah.

➡️ Baca Juga: Xiaomi 14T Review 2026: Apakah Masih Rekomendasi untuk Gaming dan Fotografi?

➡️ Baca Juga: KPK Ungkap Kepala KPP Banjarmasin Terima Gratifikasi Rp800 Juta untuk Pembelian Rumah

Related Articles

Back to top button