Arbeloa vs Xabi Alonso: Pendekatan Personal di Real Madrid

Kemenangan 2-1 atas Rayo Vallecano bukan hanya memperpanjang start sempurna Alvaro Arbeloa di La Liga, tetapi juga menandai lahirnya suasana baru di ruang ganti Real Madrid. Pelatih anyar Los Blancos itu disebut membawa gaya memimpin yang berbeda jauh dari Xabi Alonso, dengan menonjolkan relasi antarpribadi yang lebih hangat dengan para pemain.
Perubahan gaya kepemimpinan di Real Madrid Menurut laporan Cadena SER, Arbeloa secara sadar memilih pendekatan yang berlawanan dengan pendahulunya. Ia mengutamakan kedekatan individual, termasuk kebiasaan menyapa tiap pemain satu per satu sebelum laga. Gestur sederhana ini disebut ikut mengangkat rasa percaya diri skuad, meski di balik itu para pemain konon memberi julukan bernada satir terkait kebiasaan tersebut.
Tantangan dan ketegangan internal skuad Meski menorehkan empat kemenangan liga pada bulan pertamanya, Arbeloa juga dihadapkan pada hasil yang mengganggu. Madrid tersingkir mengejutkan dari Copa del Rey oleh Albacete dan kalah 4-2 dari Benfica di Liga Champions, sehingga harus menempuh jalur playoff di Eropa.
Situasi ruang ganti sempat memanas setelah Dani Ceballos tidak dilibatkan saat menghadapi Benfica. Arbeloa kemudian memberinya 45 menit bermain ketika melawan Rayo Vallecano, namun isu keharmonisan tim disebut belum sepenuhnya reda. Di sisi lain, Kylian Mbappe dilaporkan menyampaikan kritik internal terhadap performa tim. Seusai laga kontra Rayo, Arbeloa juga membutuhkan lebih dari satu jam sebelum akhirnya muncul di konferensi pers. Seluruh informasi ini dihimpun dari pemberitaan media Spanyol, Cadena SER.
Ikuti saluran WhatsApp kami Dapatkan update berita terbaru dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda. Ikuti sekarang.
➡️ Baca Juga: Infinix Hot 60 Pro: HP 2 Jutaan dengan Skor Benchmark Tertinggi?
➡️ Baca Juga: Reza Arap Diduga Selingkuh dengan Asisten, Wendy Walters Memergokinya di Kamar




