Elon Musk’s SpaceX mengumumkan akuisisi xAI, perusahaan yang didirikan oleh Musk, yang bertujuan untuk menciptakan “mesin inovasi yang paling ambisius dan terintegrasi secara vertikal di (dan di luar) Bumi, dengan kecerdasan buatan, roket, internet berbasis ruang angkasa, komunikasi langsung ke perangkat seluler, serta platform informasi waktu nyata dan kebebasan berbicara terkemuka di dunia.” Pernyataan tersebut disampaikan Musk melalui pembaruan terbaru.
Akuisisi xAI, yang saat ini dikenal luas karena chatbot yang menghasilkan materi sensitif, mungkin tampak aneh bagi perusahaan roket. Namun, SpaceX merupakan kunci dalam rencana Musk untuk membangun pusat data kecerdasan buatan di luar angkasa. Dalam pembaruan tersebut, Musk menyatakan bahwa “permintaan global untuk listrik bagi kecerdasan buatan tidak dapat dipenuhi dengan solusi di darat” dan bahwa memindahkan operasi yang memerlukan sumber daya besar tersebut ke luar angkasa adalah “satu-satunya solusi yang logis.” Beberapa hari lalu, SpaceX mengajukan permohonan kepada FCC untuk menciptakan “pusat data orbital” dengan meluncurkan satu juta satelit baru.
Musk juga mengklaim bahwa pusat data berbasis ruang angkasa pada akhirnya akan memungkinkan kemajuan lebih lanjut dalam perjalanan antariksa. “Kemampuan yang kita buka dengan mewujudkan pusat data berbasis ruang angkasa akan membiayai dan memungkinkan basis yang tumbuh sendiri di Bulan, sebuah peradaban penuh di Mars, dan akhirnya ekspansi ke seluruh Alam Semesta.” Perlu dicatat, ini bukan pertama kalinya Musk membuat klaim ambisius tentang Mars. Ia memprediksi pada tahun 2017 bahwa SpaceX akan mengirimkan misi berawak ke Mars pada tahun 2024.
Langkah ini juga bukan kali pertama Musk mengakuisisi salah satu perusahaannya sendiri. Tahun lalu, ia menggabungkan xAI dengan X, yang berarti SpaceX kini memiliki jejaring sosial yang dibeli Musk pada tahun 2022. Baru-baru ini, Musk mengumumkan bahwa Tesla berinvestasi sebesar $2 miliar ke dalam xAI. SpaceX berencana untuk go public tahun ini dalam penawaran umum perdana (IPO) yang dapat menilai perusahaan lebih dari $1 triliun, menurut Bloomberg, yang juga mencatat bahwa SpaceX telah “membahas kemungkinan merger dengan Tesla.”
Akuisisi ini mencerminkan visi jangka panjang Musk untuk integrasi antara teknologi kecerdasan buatan dan eksplorasi ruang angkasa, serta upaya untuk menjawab tantangan energi global yang dihadapi oleh industri teknologi saat ini.
➡️ Baca Juga: Jadwal Serie A 2 Februari 2026 Pekan ke-23: Cremonese vs Inter Milan, Parma…
➡️ Baca Juga: Skandal Sepak Bola China: 73 Individu Dihukum Seumur Hidup, 13 Klub Terkena Sanksi Berat

