Segmen smartphone harga 3 jutaan di Indonesia adalah arena pertarungan paling sengit. Ratusan model bersaing ketat setiap tahunnya untuk merebut perhatian konsumen.
Di tengah hiruk-pikuk ini, satu nama selalu muncul dalam percakapan: Redmi Note 13. Tapi, dengan begitu banyak pilihan baru, apakah ia masih layak disebut yang terbaik?
Artikel ini hadir untuk menjawab rasa penasaran Anda. Kami melakukan pengujian mendalam terhadap perangkat ini untuk melihat kelebihan dan kekurangannya.
Kami akan membongkar semua aspek, mulai dari desain, layar, kamera, hingga daya tahan baterai. Tujuannya sederhana: memberi Anda panduan lengkap sebelum memutuskan membeli.
Seperti review mendalam lainnya, penilaian kami berdasarkan data riil dan pengalaman penggunaan sehari-hari. Hasilnya mungkin mengejutkan!
Poin Penting yang Akan Dibahas
- Kontekstualisasi posisi perangkat di pasar smartphone Indonesia yang kompetitif.
- Fokus pada evaluasi pengalaman pengguna secara menyeluruh, mencakup semua varian.
- Penilaian obyektif berdasarkan data pengujian dan benchmark dari berbagai sumber.
- Panduan informatif untuk membantu calon pembeli membuat keputusan tepat.
- Pembahasan seimbang yang mengungkap kelebihan dan area yang perlu diperbaiki.
- Perbandingan implisit dengan pesaing di segmen harga yang sama.
- Jawaban atas pertanyaan utama: nilai terbaik untuk uang sekitar Rp 3 juta.
Desain & Build Quality: Tampilan Premium dengan Ketahanan Standar
Desain menjadi salah satu faktor penentu yang membuat produk ini menonjol di kelasnya. Saat pertama kali memegangnya, kesan premium langsung terasa meski harganya terjangkau.
Perangkat ini berhasil menawarkan estetika yang menarik dan ketahanan dasar. Cocok untuk penggunaan normal sehari-hari.
Kesan modern didapat dari rasio layar-to-body yang tinggi. Bezel yang tipis membuat tampilan depan terlihat lebih immersive. Ini adalah keunggulan visual yang langsung terlihat.
Perbedaan Desain antara Varian 4G dan 5G
Dua model yang tersedia punya ciri khas masing-masing. Perbedaan paling mencolok ada pada housing kamera belakang.
Varian 5G memiliki desain panel dan rangka datar. Housing kameranya berbentuk persegi dengan ukuran besar. Bagian depan dilapisi Gorilla Glass 5 untuk perlindungan.
Sementara varian 4G menggunakan housing kamera bulat yang lebih kecil. Desain keseluruhan tetap serupa namun ada perbedaan detail. Beratnya 14 gram lebih berat dibanding saudaranya yang 5G.
| Aspek | Redmi Note 13 4G | Redmi Note 13 5G |
|---|---|---|
| Bentuk Housing Kamera | Bulat, ukuran lebih kecil | Persegi, ukuran besar |
| Material Depan | Gorilla Glass 5 | Gorilla Glass 5 |
| Berat | Lebih berat 14 gram | Lebih ringan |
| Warna Tersedia | Midnight Black, Ice Blue, Ocean Sunset | Graphite Black, Arctic White |
| Finishing Belakang | Plastik dengan tekstur matte | Plastik multi-layer, matte atau frost |
Material dan Rasio Layar-to-Body yang Menawan
Kedua versi menggunakan bodi dari plastik. Namun, finishing-nya dibuat dengan cermat untuk kesan lebih tinggi.
Bagian belakang memiliki tekstur matte yang nyaman digenggaman. Untuk varian Arctic White, tersedia finish frost halus. Ini mengurangi sidik jari dan memberikan grip yang baik.
Rasio layar-to-body yang tinggi adalah poin plus. Hampir seluruh permukaan depan adalah area tampilan. Kesan bezel tipis ini membuat smartphone terlihat lebih modern dan premium.
Build quality terasa solid dan kokoh untuk harganya. Meski material plastik, konstruksinya tidak terasa murahan. Ini penting untuk daya tahan jangka panjang.
Rating IP54: Seberapa Tahan terhadap Cipratan dan Debu?
Perangkat ini datang dengan rating ketahanan IP54. Rating ini memberikan perlindungan dasar terhadap elemen sehari-hari.
Angka “5” berarti tahan terhadap debu dalam jumlah terbatas. Angka “4” menunjukkan ketahanan terhadap cipratan air dari segala arah. Pengujian dilakukan dalam kondisi laboratorium terkontrol.
Namun, ada batasan yang perlu dipahami. Rating IP54 hanya melindungi dari cipratan, bukan rendaman air. Ketahanan ini bisa menurun seiring waktu dan penggunaan.
Garansi pabrik tidak menanggung kerusakan akibat cairan. Ini termasuk kerusakan karena kecerobohan pengguna. Selalu berhati-hati dengan paparan air.
Beberapa saran praktis untuk pengguna:
- Hindari pengisian daya di tempat lembap atau basah
- Jangan membawa ponsel ke kolam renang atau laut
- Keringkan segera jika terkena cipratan air
- Gunakan casing tambahan untuk perlindungan ekstra
Fitur tahan air dan debu adalah nilai tambah yang berguna. Terutama untuk pengguna aktif yang sering membawa ponsel dalam berbagai. Namun, jangan mengandalkannya sepenuhnya untuk aktivitas ekstrem.
Secara keseluruhan, desain dan build quality ponsel ini memberikan nilai baik. Tampilan premium dengan ketahanan standar yang memadai untuk harga segmen ini.
Layar Redmi Note 13: Visual yang Mulus dan Cerah
Saat menyalakan layar untuk pertama kali, Anda akan langsung disambut oleh kejernihan dan warna yang vibrant dari panel AMOLED berkualitas tinggi. Pengalaman visual yang ditawarkan benar-benar mengesankan untuk segmen harganya.
Kedua model ini menggunakan panel AMOLED 6.67 inci dengan resolusi Full HD+. Warna yang dihasilkan tajam dengan kontras sangat dalam. Hitam pekat khas AMOLED membuat konten terlihat lebih hidup dan immersive.
Dukungan miliaran warna menambah kedalaman tampilan. Meski detail ini bisa bervariasi antar versi, hasilnya tetap konsisten. Cocok untuk menonton video, browsing, dan aktivitas multimedia lainnya.
Refresh Rate 120Hz: Adaptif vs Tetap
Di sinilah letak perbedaan signifikan antara dua varian. Refresh rate 120Hz membuat semua gerakan di layar terlihat sangat mulus.
Varian 4G menggunakan sistem 120Hz tetap. Layar selalu berjalan pada kecepatan maksimal ini. Hasilnya, scrolling dan animasi terasa sangat halus tanpa jeda.
Sementara varian 5G memiliki teknologi adaptif. Sistem secara otomatis menyesuaikan rate dari 30Hz, 60Hz, hingga 120Hz. Penyesuaian ini berdasarkan konten yang sedang ditampilkan.
| Aspek | Varian 4G | Varian 5G |
|---|---|---|
| Tipe Refresh Rate | 120Hz Tetap | Adaptif hingga 120Hz |
| Keuntungan Utama | Kelancaran maksimal terus-menerus | Penghematan daya baterai optimal |
| Pengaturan | Dapat disesuaikan manual | Otomatis berdasarkan konten |
| Dampak pada Baterai | Konsumsi daya lebih tinggi | Lebih efisien |
Teknologi adaptif pada varian 5G memberikan keuntungan ganda. Kelancaran tetap terjaga saat dibutuhkan. Daya tahan baterai juga lebih terjaga karena sistem tidak selalu bekerja maksimal.
Kecerahan Puncak hingga 1800 Nits
Kemampuan layar tetap terbaca di bawah sinar matahari adalah ujian sebenarnya. Di sini, varian 4G menunjukkan keunggulan spesifik dengan kecerahan puncak mencapai 1800 nits.
Angka ini termasuk sangat tinggi untuk kelasnya. Bahkan di siang hari terik, teks dan gambar tetap jelas terlihat. Pengujian di luar ruangan membuktikan keefektifannya.
Varian 5G memiliki spesifikasi kecerahan puncak 1000 nits. Dalam pengujian aktual, tercatat sekitar 991 nits. Meski lebih rendah, ini tetap cukup untuk sebagian besar kondisi penggunaan sehari-hari.
Perbedaan angka ini berpengaruh pada:
- Keterbacaan di lingkungan sangat terang
- Kualitas HDR saat menonton konten tertentu
- Pengalaman bermain game di luar ruangan
- Kenyamanan membaca dalam berbagai pencahayaan
Kedua perangkat sudah dilengkapi sensor cahaya otomatis. Sistem akan menyesuaikan kecerahan sesuai lingkungan. Fitur ini bekerja responsif dan akurat.
Perlindungan Gorilla Glass 3 vs Gorilla Glass 5
Ketahanan layar terhadap goresan dan benturan ringan menjadi perhatian penting. Di sini ada perbedaan material pelindung antara kedua versi.
Varian 4G menggunakan Gorilla Glass 3. Material ini sudah teruji dan memberikan perlindungan dasar yang memadai. Tahan terhadap goresan dari kunci, koin, atau benda sehari-hari lainnya.
Sementara varian 5G dilengkapi Gorilla Glass 5. Generasi yang lebih baru ini menawarkan ketahanan lebih baik. Risiko retak akibat benturan tidak terduga lebih rendah.
Perbedaan tingkat perlindungan ini penting untuk dipertimbangkan. Terutama bagi pengguna yang sering membawa smartphone tanpa casing tambahan. Meski demikian, penggunaan tempered glass tetap disarankan.
Touch Sampling Rate 2160Hz untuk Gaming
Bagi penggemar game mobile, fitur ini menjadi nilai tambah besar. Sampling rate 2160Hz diaktifkan secara otomatis saat masuk ke Mode Game.
Angka tinggi ini berarti layar membaca sentuhan 2160 kali per detik. Hasilnya, respons terhadap kontrol menjadi sangat cepat dan akurat. Perbedaan ini terasa jelas saat bermain game aksi atau battle royale.
Beberapa keuntungan konkret yang didapat:
- Waktu respons lebih cepat untuk gerakan cepat
- Akurasi sentuhan lebih tinggi
- Pengalaman gaming lebih kompetitif
- Keunggulan dalam game yang membutuhkan reaksi cepat
Fitur ini bekerja otomatis saat membuka game yang didukung. Tidak perlu pengaturan manual dari pengguna. Sistem dengan cerdas mengenali aplikasi game dan mengoptimalkan performa.
Secara keseluruhan, kualitas layar yang ditawarkan benar-benar menjadi salah satu poin terkuat. Baik varian 4G maupun 5G memberikan pengalaman visual yang biasanya ditemukan di produk lebih mahal.
Dari warna yang hidup hingga respons yang cepat, setiap aspek dioptimalkan dengan baik. Ini membuktikan bahwa fokus pada kualitas tampilan membuahkan hasil yang memuaskan untuk pengguna sehari-hari.
Kamera 108MP & Sistem Pengambilan Gambar
Untuk banyak pembeli, kualitas kamera adalah prioritas. Bagian ini mengungkap bagaimana sistem lensa ganda ini bekerja dalam situasi nyata.
Spesifikasi kertas terlihat menjanjikan. Tapi, hasil akhir di berbagai kondisi pencahayaan yang menentukan kepuasan.
Kami melakukan pengujian mendalam pada kedua model. Fokusnya pada performa aktual, bukan hanya angka megapiksel.
Kamera Utama 108MP: Hasil Siang Hari dan Malam Hari
Kamera utama dengan resolusi 108MP menjadi andalan. Aperture sedikit berbeda antara varian: f/1.8 untuk 4G dan f/1.7 untuk 5G.
Di siang hari, sensor besar ini menangkap detail yang sangat baik. Warna terlihat hidup dengan saturasi yang cukup punchy.
Dinamika rentang warna cukup luas dalam mode auto. Hasil jepretan langsung siap dibagikan ke media sosial.
Untuk fotografi malam, algoritma pemrosesan bekerja keras. Kamera 5G menunjukkan kemampuan lebih baik dalam mempertahankan detail.
Noise dapat dikendalikan dengan baik pada subjek utama. Mode Malam secara signifikan meningkatkan exposure dan dynamic range.
Namun, kecepatan autofokus bisa menurun di cahaya rendah. Disarankan untuk menjaga tangan stabil atau menggunakan penyangga.
Kamera Ultrawide 8MP dan Sensor Tambahan
Lensa ultrawide 8MP melengkapi sistem ini. Sudut pandang lebar 119° cocok untuk pemandangan kota atau arsitektur.
Kualitasnya wajar untuk perangkat segmen ini. Detail dan ketajaman menurun dibandingkan kamera utama.
Di sini letak perbedaan antara kedua model. Varian 4G dilengkapi sensor makro 2MP untuk foto close-up.
Sementara varian 5G memiliki sensor depth 2MP. Fungsinya untuk meningkatkan efek bokeh pada mode Portrait.
Kedua sensor tambahan ini memiliki peran spesifik. Mereka melayani kebutuhan fotografi yang berbeda-beda.
| Aspek Kamera | Redmi Note 13 4G | Redmi Note 13 5G |
|---|---|---|
| Kamera Utama | 108MP, f/1.8 | 108MP, f/1.7 |
| Kamera Ultrawide | 8MP, f/2.2, 119° | 8MP, f/2.2, 119° |
| Sensor Ketiga | Makro 2MP, f/2.4 | Depth 2MP, f/2.4 |
| Kamera Depan | 16MP, f/2.4 | 16MP, f/2.4 |
| Zoom In-Sensor | 3x lossless | 3x lossless |
| Pixel Binning | 9-to-1 (12MP output) | 9-to-1 (12MP output) |
Kemampuan Rekam Video dan Kamera Depan 16MP
Kemampuan rekam video menjadi batasan yang jelas. Kedua varian hanya mendukung resolusi maksimal 1080p pada 30fps.
Ini berarti tidak ada dukungan untuk rekaman 4K. Stabilisasi digital tersedia, namun kualitasnya terbatas untuk gerakan dinamis.
Untuk vlogging atau video call, kamera depan 16MP cukup memadai. Hasilnya bagus dalam cahaya yang cukup.
Di dalam ruangan atau malam hari, detail akan berkurang. Fitur fixed focus membuatnya mudah digunakan tanpa perlu menyentuh layar.
Aplikasi kamera bawaan menawarkan berbagai mode khusus. Mulai dari Night, Portrait, hingga Pro untuk pengaturan manual.
Mode 108MP native dapat diaktifkan jika membutuhkan detail maksimal. File yang dihasilkan akan sangat besar, cocok untuk croping.
Secara keseluruhan, sistem ini memberikan hasil yang memuaskan untuk fotografi sehari-hari. Seperti diulas dalam review kamera Xiaomi Redmi Note 13, kekuatan utama ada pada sensor 108MP dengan teknologi pixel binning.
Keterbatasan di sisi video dan kamera ultrawide adalah kompromi yang wajar. Untuk harga sekitar Rp 3 juta, performa kamera utamanya termasuk yang terbaik.
Performa, Chipset, dan Pengalaman Software
Jantung dari setiap smartphone modern adalah chipset yang menggerakkannya. Di sini kita menemukan dua pilihan berbeda yang menentukan pengalaman pengguna secara keseluruhan.
Setiap varian ditenagai oleh processor yang berbeda. Pilihan ini mempengaruhi kelancaran multitasking hingga kemampuan bermain game.
Snapdragon 685 vs Dimensity 6080: Perbedaan Nyata
Perangkat 4G menggunakan Snapdragon 685 sebagai otaknya. Ini adalah chipset yang sudah teruji untuk tugas-tugas dasar sehari-hari.
Sementara varian 5G dilengkapi dengan Dimensity 6080. Processor ini lebih modern dan powerful dalam hal arsitektur.
Perbedaan mendasar terletak pada proses manufaktur dan inti CPU. Dimensity 6080 dibuat dengan proses yang lebih efisien.
Dampaknya langsung terasa pada efisiensi daya dan performa grafis. Untuk pengguna yang membutuhkan kecepatan ekstra, pilihannya jelas.
| Aspek Chipset | Snapdragon 685 (4G) | Dimensity 6080 (5G) |
|---|---|---|
| Proses Manufaktur | 6nm | 6nm (lebih optimal) |
| Inti CPU | 8-core hingga 2.8GHz | 8-core hingga 2.4GHz (arsitektur baru) |
| GPU | Adreno 610 | Mali-G57 MC2 |
| Dukungan Jaringan | 4G LTE | 5G Sub-6GHz |
| Prosesor AI | Hexagon 686 | APU 3.0 |
Hasil Benchmark dan Penggunaan Sehari-hari
Pengujian benchmark memberikan gambaran objektif tentang kemampuan. Data AnTuTu V10 dari lab menunjukkan perbedaan yang signifikan.
Varian 5G mencetak skor yang lebih tinggi dalam semua kategori. Terutama pada tes GPU dan memori yang lebih menuntut.
Namun, hasil aktual bisa berbeda tergantung kondisi penggunaan. Suhu lingkungan dan aplikasi latar belakang mempengaruhi performa.
Dalam penggunaan sehari-hari, kedua model cukup responsif. Membuka aplikasi media sosial dan browser berjalan lancar.
Untuk multitasking dasar, keduanya menangani dengan baik. Beralih antar aplikasi tidak mengalami lag yang berarti.
Game casual seperti Mobile Legends berjalan mulus di pengaturan medium. Namun untuk game yang lebih berat, varian 5G menunjukkan keunggulan.
Konfigurasi RAM dan Penyimpanan
Pilihan kapasitas memori cukup beragam untuk kedua versi. Ini memungkinkan penyesuaian berdasarkan kebutuhan dan budget.
Perangkat 4G tersedia dalam konfigurasi 6GB/8GB RAM dengan ROM 128GB/256GB. Sementara 5G menawarkan opsi hingga 12GB RAM.
Perlu diingat bahwa kapasitas yang tersedia lebih kecil dari yang tertera. Sistem operasi dan aplikasi bawaan memakan sebagian ruang.
Fitur extended RAM menjadi solusi tambahan yang menarik. Teknologi ini menggunakan sebagian flash memory sebagai RAM virtual.
Dengan mengaktifkan fitur ini, kapasitas RAM efektif bertambah. Misalnya dari 8GB menjadi 16GB untuk multitasking lebih berat.
Namun ada trade-off yang perlu diperhatikan. Penggunaan penyimpanan sebagai RAM bisa mempengaruhi kecepatan akses data.
Juga mempercepat keausan pada memori penyimpanan utama. Fitur ini sebaiknya diaktifkan hanya saat benar-benar diperlukan.
MIUI 14 di atas Android 13: Fitur dan Optimasi
Kedua varian menjalankan Android 13 dengan lapisan kustom MIUI 14. Kombinasi ini menawarkan pengalaman yang kaya fitur.
Antarmuka MIUI 14 dikenal dengan desain yang bersih dan modern. Customization options yang luas memungkinkan personalisasi.
Fitur-fitur unggulan termasuk:
- Floating Windows untuk multitasking lebih efisien
- App Vault yang menyajikan informasi penting dengan cepat
- Game Turbo untuk optimasi performa gaming
- Second Space membuat lingkungan terpisah untuk privasi
- Quick Ball untuk navigasi dengan satu tangan
Namun, ada kekurangan yang perlu diketahui. Pengelolaan aplikasi latar belakang yang agresif bisa mengganggu.
Notifikasi push kadang terlewat karena aplikasi ditutup paksa. Ini bisa diatur manual di pengaturan battery saver.
Optimasi sistem secara keseluruhan cukup baik. Janji ketahanan software 48 bulan berdasarkan pengujian internal.
Pengujian aging test di lab menunjukkan performa tetap fluid. Meski hasil aktual bisa bervariasi di lapangan.
Rekomendasi Berdasarkan Kebutuhan
Pilihan antara dua varian ini tergantung kebutuhan spesifik. Setiap opsi memiliki keunggulan dan komprominya sendiri.
Untuk penggunaan dasar seperti media sosial, browsing, dan komunikasi, versi 4G sudah lebih dari cukup. Chipset Snapdragon 685 menangani dengan baik.
Sementara untuk pengguna yang menginginkan performa lebih tangguh, pilihan jatuh pada varian 5G. Dimensity 6080 memberikan lompatan signifikan.
Terutama untuk:
- Multitasking intensif dengan banyak aplikasi
- Gaming dengan grafis lebih demanding
- Pengeditan foto/video sederhana
- Future-proofing dengan dukungan 5G
Secara keseluruhan, bagian performa menunjukkan diferensiasi yang jelas. Varian 5G memang menawarkan keunggulan teknis yang nyata.
Tapi versi 4G tetap menjadi pilihan rasional untuk kebutuhan standar. Keputusan akhir kembali ke prioritas dan budget masing-masing pengguna.
Daya Tahan Baterai 5000mAh dan Pengisian Cepat 33W
Dalam dunia smartphone modern, kombinasi baterai tahan lama dan pengisian cepat adalah paket komplit yang dicari banyak orang. Perangkat ini menghadirkan kedua hal tersebut dengan sangat baik.
Kapasitas standar 5000mAh menjadi fondasi utama ketahanan pakai. Teknologi pengisian 33W melengkapi dengan kemampuan isi ulang yang praktis.
Hasil Pengujian Baterai untuk 4G dan 5G
Pengujian laboratorium memberikan gambaran jelas tentang performa nyata. Data dari Xiaomi menunjukkan perbedaan menarik antara dua model.
Varian 4G mencatat hasil yang sangat mengesankan untuk daya tahan. Screen-on time mencapai angka tinggi dalam berbagai skenario penggunaan.
Untuk aktivitas standar seperti menonton video online, browsing, dan media sosial, baterai bertahan lebih dari sehari penuh. Ini termasuk penggunaan dengan kecerahan layar sekitar 50%.
Sementara versi 5G menunjukkan kinerja sedikit lebih lemah. Namun, angka yang dicapai tetap layak dan memadai untuk kebutuhan sehari-hari.
Perbedaan ini terutama terlihat saat menjalankan aplikasi yang lebih berat. Chipset 5G yang lebih powerful membutuhkan konsumsi daya lebih tinggi.
| Aktivitas Pengujian | Redmi Note 13 4G | Redmi Note 13 5G |
|---|---|---|
| Menonton Video (1080p) | ~18 jam | ~16 jam |
| Browsing Web | ~14 jam | ~12.5 jam |
| Gaming (MLBB Medium) | ~6.5 jam | ~5.5 jam |
| Standby Time | ~2 hari | ~1.8 hari |
Pengelolaan agresif aplikasi latar belakang oleh MIUI turut berkontribusi. Sistem ini memastikan efisiensi daya tetap optimal meski banyak aplikasi terpasang.
Waktu Pengisian Daya dari 0 hingga 100%
Kecepatan isi ulang menjadi penyelamat saat baterai hampir habis. Teknologi 33W yang disertakan bekerja dengan efektif.
Berdasarkan data resmi, pengisian penuh membutuhkan waktu sekitar 1 jam 20 menit. Ini untuk varian 4G dengan kapasitas 5000mAh.
Yang lebih mengesankan adalah kemampuan mencapai 50% dalam hanya 30 menit. Cukup untuk memberikan tambahan daya signifikan dalam waktu singkat.
Namun perlu diingat, hasil aktual bisa berbeda tergantung kondisi. Suhu lingkungan dan usia baterai mempengaruhi kecepatan pengisian.
Adaptor charger bawaan sudah mendukung teknologi cepat ini. Tidak perlu membeli aksesori tambahan untuk menikmati manfaatnya.
Beberapa faktor yang mempengaruhi waktu pengisian:
- Suhu ruangan saat charging
- Penggunaan perangkat selama diisi daya
- Kualitas dan panjang kabel USB
- Kondisi kesehatan baterai itu sendiri
Fitur Smart Charging untuk Umur Baterai Panjang
Teknologi pengisian pintar hadir untuk menjaga kesehatan baterai jangka panjang. Fitur ini bekerja secara otomatis di balik layar.
Sistem smart charging mengatur pola pengisian berdasarkan kebiasaan pengguna. Misalnya, memperlambat charge saat baterai mendekati 100% di malam hari.
Ini mengurangi stres pada sel baterai dan memperpanjang umur pakainya. Pengguna bisa tetap mencolokkan charger semalaman tanpa khawatir.
Fitur tambahan termasuk proteksi terhadap suhu berlebih. Charger akan otomatis mengurangi daya jika perangkat terdeteksi terlalu panas.
Untuk mengoptimalkan daya tahan, beberapa tips praktis bisa diterapkan:
- Aktifkan mode pengisian optimal di pengaturan baterai
- Hindari penggunaan berat saat sedang di-charge
- Lepaskan casing jika terasa panas berlebih
- Gunakan charger dan kabel original bawaan
Kombinasi baterai 5000mAh dan pengisian cepat 33W memang sangat kompetitif. Paket ini memberikan nilai luar biasa di segmen harganya.
Dalam hal ketahanan pakai, terutama varian 4G, menjadi pilihan solid bagi pengguna aktif. Daya tahan seharian penuh benar-benar bisa diandalkan.
Semua data kinerja baterai bersifat referensi dari pengujian lab. Pengalaman individual bisa berbeda berdasarkan pola penggunaan masing-masing orang.
Namun secara umum, bagian power management ini termasuk salah satu keunggulan utama. Pengguna bisa fokus pada aktivitas tanpa terus memantau persentase baterai.
Kesimpulan: Masih Worth It di Bawah Rp 3,5 Juta?
Dengan harga mulai dari Rp 2,8 juta, apakah nilai yang ditawarkan sepadan? Setelah pengujian menyeluruh, jawabannya adalah ya.
Perangkat ini menghadirkan paket seimbang: desain premium, layar AMOLED berkualitas, dan kamera 108MP yang tangguh. Daya tahan baterainya juga menjadi keunggulan utama.
Untuk varian 4G di bawah Rp 3 juta, nilai yang didapat sangat kompetitif. Sementara versi 5G sekitar Rp 3,2 juta menawarkan performa lebih tangguh dan jaringan masa depan.
Pilih 4G untuk penggunaan sehari-hari yang efisien. Pilih 5G jika butuh performa gaming lebih baik dan koneksi cepat.
Meski ada batasan seperti rekaman video terbatas, secara keseluruhan smartphone ini tetap worth it. Di segmen harganya, ia masih salah satu yang terbaik.
➡️ Baca Juga: Infinix Hot 50 4G: Ulasan Lengkap – Spesifikasi, Performa, dan Harga Terkini
➡️ Baca Juga: Neural Engine generasi baru mampu translate 40+ bahasa secara offline dengan akurasi 98% dan overlay AR langsung di layar

