Berita Utama

Polisi Usut Kasus Pelajar Madrasah Terluka Akibat Peluru Nyasar di Lumajang

Aparat Kepolisian Resort Lumajang sedang melakukan penyelidikan terkait insiden peluru nyasar yang mengakibatkan seorang pelajar di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Lumajang terluka. Kejadian tersebut dilaporkan terjadi pada hari Senin, 20 Maret 2023, sekitar pukul 13.30 WIB, saat siswa tersebut sedang berada di dalam kelas.

Pihak kepolisian menerima laporan mengenai peluru yang mengenai bagian lengan pelajar berusia 14 tahun tersebut. Menurut keterangan dari Kepala MTsN 1 Lumajang, Siti Fatimah, pelajar tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. “Kami sangat prihatin dengan kejadian ini dan berharap pelajar tersebut segera pulih,” ungkap Siti Fatimah.

Penyelidikan awal menunjukkan bahwa peluru yang mengenai pelajar tersebut diduga berasal dari aktivitas penembakan di sekitar kawasan sekolah. Kapolres Lumajang, AKBP Dewa Nyoman Nanta, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan dari saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi. “Kami akan melakukan investigasi secara menyeluruh untuk memastikan sumber peluru yang mengenai siswa tersebut,” tegasnya.

Kejadian ini menjadi perhatian khusus, mengingat keamanan di lingkungan pendidikan sangat penting. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang tidak akurat terkait insiden ini. Pihak sekolah juga menyatakan bahwa mereka akan berkoordinasi dengan aparat untuk meningkatkan pengawasan di area sekitar kampus.

Insiden peluru nyasar ini menunjukkan perlunya perhatian lebih terhadap potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan siswa. Dalam beberapa tahun terakhir, kasus serupa pernah terjadi di beberapa daerah, yang mendorong perlunya pendekatan lebih proaktif dalam menjaga keamanan di lingkungan pendidikan.

Polisi juga mengingatkan bahwa tindakan penembakan sembarangan dapat dikenakan sanksi hukum yang berat. “Kami berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan, termasuk melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwajib,” imbuh Kapolres.

Sebagai tambahan, pihak sekolah berencana untuk mengadakan pertemuan dengan orang tua siswa untuk membahas langkah-langkah pencegahan di masa mendatang. Kegiatan ini, diharapkan dapat memperkuat kerjasama antara sekolah dan keluarga dalam menjaga keselamatan anak-anak.

Penyelidikan masih berlangsung, dan informasi lebih lanjut akan disampaikan kepada publik seiring dengan perkembangan kasus ini. Pihak kepolisian menghimbau kepada masyarakat untuk bersabar dan memberikan dukungan agar proses penyelidikan berjalan dengan lancar.

➡️ Baca Juga: TECNO Camon 40 Pro 5G: HP 3 Jutaan yang Bisa Segila Ini!

➡️ Baca Juga: Barcelona Tenang: Raphinha dan Kounde Tidak Cedera Serius Usai Laga Kontra Elche

Related Articles

Back to top button