
Di dunia teknologi yang cepat berubah, smartphone yang diluncurkan dua tahun lalu mungkin sudah ketinggalan. Namun, ada pengecualian yang menarik. Beberapa perangkat membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk tetap relevan.
POCO F6 Pro diluncurkan pada Mei 2024 dan langsung mendapat antusiasme tinggi. Fans brand ini menantikan ponsel “flagship killer” baru. Mereka mengharapkan performa gahar, kamera mutakhir, dan harga terjangkau.
Di tahun 2026, pertanyaan besar muncul. Apakah ponsel ini masih layak direkomendasikan? Apakah nilainya masih sepadan untuk dibeli, terutama di pasar bekas atau saat diskon?
Ulasan poco f6 pro ini akan menjawabnya dengan jujur. Kami akan meninjau kembali semua aspek penting. Mulai dari desain fisik, performa sehari-hari, kemampuan kamera, hingga ketahanan baterai.
Tujuannya sederhana: memberikan panduan yang informatif dan praktis. Bagi Anda yang sedang mempertimbangkan ponsel ini, artikel ini akan menjadi teman diskusi yang objektif.
Poin Penting yang Akan Dibahas
- Evaluasi performa Snapdragon 8s Gen 3 di tahun 2026 untuk penggunaan sehari-hari dan gaming
- Analisis kemampuan sistem kamera triple untuk fotografi kontemporer
- Review daya tahan baterai 5000mAh dengan charging cepat 120W setelah dua tahun penggunaan
- Tinjauan desain dan layar AMOLED 1.5K dari perspektif kekinian
- Pertimbangan nilai versus harga di pasar smartphone bekas Indonesia
- Rekomendasi jenis pengguna yang paling cocok dengan ponsel ini
- Perbandingan dengan alternatif lain di rentang harga yang sama
1. Mengenal POCO F6 Pro: Flagship Killer yang Telah Berusia
POCO F6 Pro bukan hanya smartphone biasa. Ini adalah simbol dari konsep “flagship killer” yang menjadi ciri khas POCO. Di tahun 2026, kita melihat kembali kehadirannya dengan pandangan yang lebih bijak.
Smartphone ini pertama kali diluncurkan di pasar global pada Mei 2024. POCO F6 Pro sebenarnya adalah versi rebrand dari Redmi K70. Ini adalah strategi umum POCO untuk memperkenalkan produk China ke pasar internasional.
POCO F6 Pro memiliki bodi ramping dengan ketebalan 8.2mm. Beratnya mencapai 209 gram, memberikan kesan solid di tangan. Desainnya menggunakan material premium yang biasa digunakan pada kelas flagship.
POCO selalu dianggap sebagai underdog di industri smartphone. Mereka konsisten dengan formula: Chipset Flagship + Harga Mid-Range. Filosofi ini membuat seri F selalu dinantikan oleh pencinta teknologi.
Smartphone ini menggunakan sistem operasi Android 14 dan antarmuka HyperOS. Ada pilihan penyimpanan 256GB, 512GB, hingga 1TB. Sayangnya, tidak ada slot kartu memori eksternal.
Di bawah ini tabel spesifikasi inti POCO F6 Pro yang masih relevan untuk dibahas di tahun 2026:
| Kategori | Spesifikasi Inti | Fitur Tambahan | Status di 2026 |
|---|---|---|---|
| Chipset | Snapdragon 8 Gen 2 | Sistem pendingin cairan | Masih powerful untuk kebutuhan umum |
| Layar | AMOLED 1.5K | Refresh Rate 120Hz | Masih kompetitif dengan smartphone mid-range baru |
| Baterai | 5000mAh | Charging 120W HyperCharge | Kapasitas masih memadai, charging sangat cepat |
| Kamera Utama | 50MP dengan OIS | Sensor Sony IMX | Kualitas masih baik untuk fotografi sehari-hari |
| Sistem Operasi | Android 14 + HyperOS | Update jangka panjang | Masih mendapat update keamanan |
Pertanyaan besar di tahun 2026 adalah: apakah POCO F6 Pro masih layak disebut flagship killer? Dua tahun adalah waktu yang cukup panjang dalam dunia teknologi. Banyak smartphone baru dengan fitur lebih canggih telah bermunculan.
Namun, warisan POCO F6 Pro sebagai pembawa spesifikasi flagship ke harga terjangkau tidak bisa dipandang sebelah mata. Ponsel ini membuktikan bahwa performa tinggi tidak harus selalu mahal.
Kini, kita akan mengeksplorasi lebih dalam setiap aspek dari smartphone legendaris ini. Mulai dari desain, layar, performa, hingga kamera dan baterai.
2. POCO F6 Pro Review: Tinjauan Desain dan Build Quality

Kualitas konstruksi POCO F6 Pro menunjukkan kekuatan dan kelemahan di tahun 2026. Smartphone ini memiliki desain yang terinspirasi dari Redmi K70. Materialnya dulu dianggap premium.
Di era smartphone baru, POCO F6 Pro menawarkan pengalaman visual dan taktil yang unik. Mari kita lihat apakah spesifikasi poco f6 pro di desain masih relevan.
2.1 Material dan Finishing: Masih Terlihat Premium?
Frame aluminium membuat smartphone ini terasa kokoh. Material ini tahan benturan ringan dan tidak mudah penyok. Bodi belakang kaca dengan pola marble yang halus menjadi ciri khas visual smartphone ini.
Finishing anti sidik jari pada versi putih dan hitam masih berfungsi dengan baik. Permukaan kaca tidak mudah meninggalkan bekas minyak, berbeda dengan beberapa smartphone kaca polos di pasaran.
Namun di tahun 2026, standar premium sudah bergeser. Banyak ponsel sekarang menggunakan keramik, logam daur ulang, atau komposit polimer canggih. Material POCO F6 Pro terasa klasik dibandingkan inovasi terbaru.
Keunggulan finishing marble tetap menarik bagi yang menyukai estetika tradisional. Pola ini memberikan karakter visual yang tidak ditemukan di smartphone monokrom modern.
2.2 Ergonomi dan Kenyamanan Genggaman
Desain bodi yang melengkung di bagian belakang membuat POCO F6 Pro nyaman digenggam. Kurva ini sesuai dengan kontur telapak tangan, mengurangi tekanan pada jari selama penggunaan lama.
Bobot 209 gram termasuk kategori sedang-berat di standar sekarang. Banyak flagship 2026 sudah di bawah 200 gram, membuat POCO F6 Pro terasa lebih substantial. Bagi sebagian pengguna, bobot ini justru memberikan kesan premium dan kokoh.
Dimensi smartphone cukup ramping dengan ketebalan konsisten. Tombol volume dan power di sisi kanan memiliki respons klik yang memuaskan. Posisi tombol mudah dijangkau tanpa perlu menggeser genggaman.
Untuk penggunaan sehari-hari, fitur poco f6 pro seperti desain ergonomis ini masih memberikan nilai tambah. Smartphone tidak mudah terlepas dari genggaman berkat finishing yang tepat.
2.3 Ketahanan Fisik dan Perlindungan dari Elemen
Sertifikasi IP54 menjadi titik kritis evaluasi di tahun 2026. Perlindungan terhadap debu dan percikan air terbatas ini ketinggalan zaman. Banyak smartphone mid-range sekarang sudah menawarkan IP67 atau bahkan IP68.
Dari review mendalam dari NextPit, ketahanan fisik POCO F6 Pro diyakini cukup tangguh untuk penggunaan normal. Frame aluminium dan kaca Gorilla Glass memberikan perlindungan dasar.
Namun pengguna harus ekstra hati-hati terhadap:
- Percikan air langsung – IP54 hanya melindungi dari percikan, bukan semprotan atau rendaman
- Lingkungan berdebu ekstrem – Partikel debu halus masih bisa masuk
- Perubahan suhu mendadak – Tidak ada sertifikasi ketahanan suhu spesifik
Untuk penggunaan aktif sehari-hari, disarankan menggunakan case pelindung. Spesifikasi poco f6 pro di bidang ketahanan memang terbatas, tapi konstruksi fisiknya masih solid.
Kaca depan dan belakang memiliki ketahanan gores yang baik. Setelah beberapa tahun penggunaan, unit review masih menunjukkan permukaan yang relatif mulus dengan goresan minimal.
Secara keseluruhan, build quality POCO F6 Pro menunjukkan bahwa smartphone ini dibangun dengan standar yang baik untuk masanya. Di tahun 2026, beberapa aspek masih kompetitif sementara yang lain membutuhkan kompromi.
3. Layar yang Memukau: Teknologi Display Terkini
Smartphone POCO F6 Pro masih layak dipertimbangkan karena layarnya yang memukau. Di tahun 2026, banyak orang menatap layar berjam-jam untuk berbagai kegiatan. Kualitas visual sangat penting untuk kenyamanan.
POCO F6 Pro memiliki panel yang dirancang untuk menakjubkan. Layarnya menjadi senjata andalan yang membuatnya bersaing. Mari kita lihat detailnya.
3.1 Spesifikasi Panel AMOLED 1.5K
Layar POCO F6 Pro menggunakan panel Flow AMOLED 6.67 inci. Resolusinya mencapai 3200 x 1440 piksel, atau 1.5K. Ini membuat gambar sangat tajam dan detail.
Di tahun 2026, resolusi ini lebih unggul dibandingkan banyak hp gaming 2 jutaan. Setiap teks terlihat jelas, dan setiap garis dalam game terdefinisi sempurna. Ini adalah kelebihan POCO F6 Pro yang bertahan lama.
Panel AMOLED juga berarti hitam yang sempurna. Piksel dapat dimatikan sepenuhnya. Kontrasnya hampir tak terbatas, membuat menonton film atau serial seperti di cinema. Dukungan Widevine L1 memastikan Anda bisa streaming konten dari Netflix, Disney+, atau lainnya dalam kualitas maksimal.
3.2 Refresh Rate 120Hz dan Touch Sampling Rate
Refresh rate 120Hz sudah standar di banyak smartphone. Namun, implementasinya di F6 Pro tetap mulus. Setiap scroll, swipe, atau animasi terasa sangat fluid tanpa lag atau tearing. Mata menjadi lebih nyaman saat membaca konten panjang atau berselancar di media sosial.
Sayangnya, panel ini tidak dilengkapi teknologi LTPO. Artinya, refresh rate tidak bisa turun secara adaptif hingga 1Hz untuk menghemat daya. Ini sedikit kelemahan dibandingkan flagship 2026 yang sudah punya fitur tersebut. Namun untuk penggunaan sehari-hari, 120Hz tetap memberikan keunggulan nyata.
Touch sampling rate yang tinggi tetap relevan, terutama untuk gaming. Responsivitas layar saat disentuh sangat cepat, mengurangi input lag. Bagi gamer, ini berarti pergerakan karakter di game seperti PUBG Mobile atau Mobile Legends menjadi lebih responsif dan akurat.
3.3 Kualitas Warna, Kecerahan, dan HDR
Di sinilah smartphone POCO F6 Pro benar-benar bersinar. Kualitas warna panel ini vibrant dan akurat dengan dukungan miliaran warna. Anda bisa memilih antara mode warna Natural yang lebih akurat atau Vivid yang lebih hidup sesuai preferensi.
Dukungan HDR-nya sangat komprehensif: Dolby Vision dan HDR10+. Kedua standar HDR terkemuka ini memastikan konten HDR dari berbagai platform tampil optimal. Warna lebih kaya, highlight lebih terang, dan shadow detail lebih terlihat.
Tapi yang paling mengesankan adalah kecerahan puncaknya. Data spesifikasi menyebutkan kecerahan puncak HDR mencapai 4000 nit! Pengujian GSM Arena mencatat kecerahan manual 508 nit dan auto brightness bisa mencapai 1203 nit. Artinya, layar tetap terbaca dengan jelas bahkan di bawah sinar matahari langsung.
Ini adalah kelebihan POCO F6 Pro yang sangat praktis di kehidupan sehari-hari. Anda tidak perlu mencari tempat teduh hanya untuk melihat notifikasi atau membaca pesan. Baik untuk menonton video di taman maupun bekerja di outdoor, layarnya tetap optimal.
Kombinasi resolusi tinggi, refresh rate smooth, dan kecerahan super membuat layar POCO F6 Pro tetap menarik. Di tahun 2026, ia masih menawarkan pengalaman visual yang sulit ditandingi oleh smartphone mid-range baru di kelas harganya.
4. Performa Tangguh di Tahun 2026: Chipset dan Gaming

Di tahun 2026, banyak smartphone baru muncul dengan chipset mutakhir. Salah satunya adalah POCO F6 Pro dengan Snapdragon 8 Gen 2. Performanya masih sangat solid untuk kebutuhan sehari-hari dan gaming berat.
Chipset flagship, RAM LPDDR5, dan storage UFS 4.0 menciptakan fondasi yang kuat. Meski bukan prosesor terbaru, Snapdragon 8 Gen 2 tetap menunjukkan taringnya. Bagi yang mencari smartphone dengan performa tangguh di harga terjangkau, ponsel ini layak dipertimbangkan.
4.1 Snapdragon 8s Gen 3 Masih Relevan?
POCO F6 Pro menggunakan Snapdragon 8 Gen 2, bukan 8s Gen 3. Namun, kesalahan penamaan ini tidak mengurangi kemampuan chipset tersebut. Di tahun 2026, Snapdragon 8 Gen 2 masih termasuk dalam kategori high-performance.
Chipset ini dibangun dengan arsitektur 4nm dan CPU octa-core. Untuk tugas sehari-hari seperti browsing, media sosial, dan multitasking, kecepatannya masih sangat memadai. Bahkan, kemampuannya mungkin masih mengungguli chipset mid-range generasi 2026 dalam beberapa aspek.
Dukungan terhadap RAM LPDDR5 dan storage UFS 4.0 membuat loading aplikasi dan transfer data tetap cepat. Pengalaman menggunakan ponsel ini tetap responsif tanpa lag yang mengganggu. Snapdragon 8 Gen 2 membuktikan bahwa chipset flagship tidak mudah usang.
4.2 Benchmark dan Performa Sehari-hari
Data benchmark memberikan bukti konkret tentang kekuatan POCO F6 Pro. Skor AnTuTu v10 mencapai sekitar 1.584.439 poin, angka yang sangat impresif untuk chipset yang sudah berusia. Di Geekbench 6, single-core score-nya 1.922 dan multi-core 5.310.
Angka-angka ini diterjemahkan ke pengalaman nyata yang mulus. Membuka aplikasi berat seperti Photoshop Mobile atau video editor berjalan lancar. Multitasking dengan 10+ aplikasi di background tidak membuat ponsel lemot. Responsivitas layar sentuh tetap optimal untuk navigasi sehari-hari.
Berikut tabel perbandingan skor benchmark POCO F6 Pro dengan standar smartphone mid-range 2026:
| Komponen Uji | POCO F6 Pro (Snapdragon 8 Gen 2) | Smartphone Mid-Range 2026 (Perkiraan) | Keterangan |
|---|---|---|---|
| AnTuTu v10 | ~1.584.439 | ~1.200.000 – 1.400.000 | Masih unggul signifikan |
| Geekbench 6 Single-Core | 1.922 | 1.600 – 1.800 | Lebih cepat 10-15% |
| Geekbench 6 Multi-Core | 5.310 | 4.500 – 5.000 | Unggul dalam tugas paralel |
| Kecepatan Storage (Sequential Read) | ~3.500 MB/s (UFS 4.0) | ~2.800 MB/s (UFS 3.1) | Loading aplikasi lebih cepat |
Data di atas menunjukkan bahwa performa POCO F6 Pro masih kompetitif. Untuk pengguna yang tidak selalu mengejar chipset terbaru, ponsel ini memberikan nilai lebih. Efisiensi daya chipset ini juga berkontribusi pada ketahanan baterai yang baik.
4.3 Pengalaman Gaming dan Manajemen Thermal
Bagian yang paling ditunggu para gamer: bagaimana POCO F6 Pro menangani game berat di tahun 2026? Hasil pengujian menunjukkan performa yang masih sangat baik. Game seperti Genshin Impact bisa dijalankan di setting tertinggi dengan frame rate 55-60 FPS.
Untuk game kompetitif seperti Mobile Legends: Bang Bang, frame rate stabil di 120 FPS. PUBG Mobile dan Asphalt 9 juga berjalan lancar tanpa masalah. Bahkan game terbaru seperti Honkai: Star Rail bisa dimainkan dengan pengalaman yang memuaskan.
Sistem pendingin LiquidCool 4.0 berperan penting dalam menjaga performa konsisten. Selama sesi gaming 30 menit, suhu ponsel naik tapi tetap dalam batas nyaman. Thermal throttling terjadi secara bertahap, bukan tiba-tiba drop performa.
Setelah sesi gaming 1 jam non-stop, ponsel akan terasa hangat di bagian belakang. Ini wajar untuk chipset sekelas flagship yang bekerja maksimal. Untuk sesi gaming maraton, disarankan menggunakan cooling fan eksternal atau istirahat sejenak.
Secara keseluruhan, pengalaman gaming POCO F6 Pro masih memuaskan di tahun 2026. Kombinasi chipset kuat, refresh rate 120Hz, dan sistem pendingin efektif menciptakan paket lengkap. Bagi gamer casual hingga enthusiast, ponsel ini masih bisa diandalkan.
Dalam analisis kelebihan dan kekurangan POCO F6, performa gaming termasuk dalam keunggulan utama. Meski ada pemanasan setelah penggunaan intensif, ini sebanding dengan pengalaman gaming yang dihasilkan. Untuk harga yang lebih terjangkau dibanding flagship 2026, trade-off ini bisa diterima.
POCO F6 Pro membuktikan bahwa usia tidak selalu menentukan kemampuan. Dengan optimasi software yang baik dan hardware yang masih powerful, ponsel ini tetap relevan. Poco f6 pro review dari sisi performa memberikan kesimpulan positif untuk tahun 2026.
5. Sistem Kamera: Masih Bersaing dengan Smartphone Baru?
Bagaimana performa kamera POCO F6 Pro di tahun 2026? Ini penting bagi calon pembeli di Indonesia. Fotografi adalah penggunaan utama smartphone.
Konfigurasi triple-camera di belakang tampak menarik. Namun, standar industri sudah berkembang pesat. Mari kita lihat setiap lensa.
5.1 Kamera Utama 50MP dengan OIS
Penyelamat sistem kamera POCO F6 Pro adalah kamera utamanya. Sensor OVX8000 dan OIS menghasilkan foto detail dan stabil. Kinerjanya bagus di cahaya terang hingga sedang.
Lebih banyak cahaya ditangkap sensor yang lebih besar. Ini mengurangi noise di kondisi low-light. Warna foto hidup dan kontras menarik.
Kamera utama 50MP masih sangat mumpuni untuk dokumentasi atau media sosial. Detail objek tetap tajam. Stabilisasi OIS membantu saat memotret dengan tangan bergoyang.
5.2 Kamera Ultra Wide 8MP dan Sensor Makro 2MP
Kamera ultra wide 8MP sangat tertinggal. Kualitasnya jauh lebih rendah dibandingkan kamera utama.
Foto terlihat lebih soft dan kurang detail. Warna sering kali tidak konsisten. Tidak ada autofokus, membatasi kreativitas.
Sensor makro 2MP kurang memuaskan. Hanya berguna di situasi spesifik. Kebanyakan smartphone baru memiliki kamera ultra wide yang juga bagus untuk makro.
5.3 Kamera Depan 16MP untuk Selfie dan Video Call
Kamera depan 16MP aman. Cocok untuk video call, meeting online, dan selfie casual. Detail wajah cukup baik.
Di kondisi cahaya ideal, selfie warnanya natural. Namun, di low-light, kualitas menurun dan noise muncul. Ini kompromi yang bisa diterima.
Kamera depan POCO F6 Pro tidak akan mengecewakan untuk Zoom, Google Meet, atau video call dengan keluarga. Ia melakukan tugas dasarnya dengan baik.
5.4 Kualitas Video Recording 4K
Kemampuan rekam video menjadi kejutan positif. Dukungan perekaman hingga 8K@24fps dan 4K@60fps masih impresif. Stabilisasi elektronik Gyro-EIS efektif mengurangi guncangan.
Video 4K@30fps atau 60fps dari kamera utama halus dan detail. Fitur ini cukup untuk vlog casual atau merekam momen penting. Kualitas audio jernih dan minim noise.
Fitur rekaman ini hanya di kamera utama. Kamera ultra wide tidak menawarkan kualitas video yang setara. Pilihan angle Anda terbatas.
| Fitur Kamera | POCO F6 Pro | Smartphone Flagship 2026 (Rata-rata) | Analisis |
|---|---|---|---|
| Sensor Kamera Utama | 50MP, 1/1.55″, OIS | 50MP-200MP, sensor lebih besar, OIS canggih | Masih kompetitif, tetapi teknologi processing lebih baru di smartphone 2026 memberi hasil lebih baik. |
| Kamera Ultra Wide | 8MP, tanpa autofokus | 12MP-50MP, autofokus, macro vision | Ketinggalan jauh. Kualitas dan fungsi sangat terbatas. |
| Kamera Telefoto/Makro | 2MP (makro dedicated) | Telefoto periskop 3x-10x, atau ultra wide dengan fungsi makro | Tidak ada lensa telefoto adalah kekurangan besar. Sensor makro 2MP sudah usang. |
| Kamera Depan | 16MP | 32MP dengan autofokus dan video 4K | Cukup untuk kebutuhan dasar, tetapi tidak untuk konten kreator serius. |
| Rekam Video | 8K@24fps, 4K@60fps dengan Gyro-EIS | 8K@30fps, 4K@120fps, stabilisasi lebih advance | Spesifikasi masih bagus, tetapi kualitas processing video smartphone baru lebih cinematic. |
Apakah sistem kamera POCO F6 Pro masih bersaing? Jawabannya berlapis. Kamera utamanya masih bisa diandalkan untuk fotografi umum dan low-light. Namun, sistem secara keseluruhan, terutama ketiadaan telefoto dan kamera ultra wide yang lemah, akan terasa sangat jomplang dibandingkan tawaran smartphone 2026.
Bagi pengguna yang fokus pada kamera utama dan video, ini masih pilihan solid. Tetapi bagi yang menginginkan fleksibilitas lensa lengkap untuk berbagai situasi, Anda akan merasa kurang. Pertimbangan ini penting sebelum memutuskan membeli POCO F6 Pro Indonesia di tahun sekarang.
6. Daya Tahan Baterai dan Pengisian Daya Super Cepat
Review baterai dan pengisian daya POCO F6 Pro menunjukkan dua sisi. Kapasitas baterainya cukup untuk sehari penuh. Namun, teknologi pengisian cepatnya masih unggul di tahun 2026. Mari kita pelajari lebih lanjut.
6.1 Kapasitas Baterai 5000mAh: Masih Awet?
POCO F6 Pro memiliki baterai 5000mAh yang seharusnya cukup untuk sehari penuh. Namun, uji coba dari GSM Arena menunjukkan hasil yang mengejutkan. Baterainya bertahan 10 jam 29 menit dalam pengujian campuran.
Hasil ini kalah dari beberapa pesaing, seperti POCO X6 Pro dan Samsung Galaxy A55. Di tahun 2026, performa baterai mungkin menurun karena degradasi alami.
Untuk pengguna biasa, baterai mungkin cukup. Tapi, bagi power user, penting untuk membawa power bank atau menggunakan pengisian cepat. Ini penting jika Anda mempertimbangkan untuk beli POCO F6 Pro bekas.
| Smartphone | Kapasitas Baterai | Skor Ketahanan (GSM Arena) | Keterangan |
|---|---|---|---|
| POCO F6 Pro | 5000 mAh | 10 jam 29 menit | Daya tahan cukup, tetapi bukan yang terbaik di kelasnya. |
| POCO X6 Pro | 5000 mAh | 11 jam 30 menit+ | Lebih efisien dalam pengujian yang sama. |
| Samsung Galaxy A55 | 5000 mAh | 11 jam+ | Menawarkan daya tahan yang lebih lama. |
| Rata-rata Flagship 2024 | 4800 – 5000 mAh | 10 – 12 jam | Posisi POCO F6 Pro di bagian bawah rata-rata. |
6.2 Charging 120W HyperCharge: Keunggulan yang Bertahan
POCO F6 Pro dilengkapi dengan HyperCharge 120W. Ini membuat baterainya cepat terisi penuh. Adaptornya juga sudah disertakan di dalam kotak.
Dengan teknologi ini, baterai kosong bisa terisi penuh dalam kurang dari 20 menit. Pengujian lain menunjukkan waktu 19 hingga 30 menit. Ini membuat ponsel Anda siap digunakan berjam-jam lagi.
Keunggulan ini tidak luntur dengan waktu. Di tahun 2026, masih banyak smartphone baru yang hanya menawarkan pengisian daya 67W atau 80W. Jadi, dari segi kecepatan isi ulang, POCO F6 Pro masih sangat kompetitif.
6.3 Efisiensi Daya dan Dampak pada Battery Health
Chipset Snapdragon 8s Gen 3 dikenal cukup efisien. Ini membantu mengimbangi konsumsi daya dari layar yang cerah. Update POCO F6 Pro secara berkala juga membawa optimasi pengelolaan daya.
Tapi, ada pertimbangan penting tentang kesehatan baterai jangka panjang. Pengisian daya super cepat seperti 120W menghasilkan panas lebih banyak. Ini bisa mempercepat degradasi baterai.
Jadi, jika Anda berencana beli POCO F6 Pro bekas di tahun 2026, periksa kondisi baterai. Cek di pengaturan atau gunakan aplikasi diagnostik untuk melihat kondisi baterai. Fitur pengisian cepat tetap menjadi penyelamat, tetapi mengetahui kondisi aktual baterai membantu Anda mengatur ekspektasi dengan benar. Pastikan juga ponsel telah mendapatkan update POCO F6 Pro terbaru untuk stabilitas yang optimal.
7. POCO F6 Pro vs Smartphone 2026: Masih Layak Dibeli?
Apakah POCO F6 Pro masih layak dibeli di 2026? Ini pertanyaan besar bagi calon pembeli. Dua tahun setelah peluncurannya, smartphone ini masih menarik. Namun, ia harus bersaing dengan smartphone mid-range baru yang lebih canggih.
Untuk menilai kelayakan POCO F6 Pro, kita perlu melihat lebih dari sekedar spesifikasi. Kita harus mempertimbangkan harga poco f6 pro di pasar bekas, dukungan software jangka panjang, dan bagaimana ia dibandingkan dengan pesaing baru. Mari kita analisis lebih lanjut.
7.1 Perbandingan Harga dan Spesifikasi dengan Pesaing Terbaru
Di tahun 2026, harga poco f6 pro di pasar bekas diperkirakan jatuh drastis. Varian 12/256GB yang awalnya dijual seharga $499 (sekitar Rp 7,9 jutaan) mungkin kini lebih terjangkau. Bandingkan dengan smartphone mid-range 2026 yang baru, dengan harga serupa.
Apakah POCO F6 Pro masih relevan dibanding ponsel baru? Chipset Snapdragon 8s Gen 3 masih cukup kuat untuk kebutuhan sehari-hari. Layar AMOLED 1.5K dengan refresh rate 120Hz masih memukau. Charging 120W HyperCharge adalah keunggulan yang sulit ditandingi.
Tapi, ada beberapa kekurangan. Smartphone 2026 menawarkan kamera dengan sensor lebih besar dan teknologi computational photography yang lebih canggih. Mereka juga memiliki rating ketahanan air yang lebih baik dari IP54, serta efisiensi baterai yang lebih baik.
| Aspek | POCO F6 Pro (2024) | Smartphone Mid-Range 2026 (Estimasi) |
|---|---|---|
| Chipset | Snapdragon 8s Gen 3 (masih kuat) | Chipset generasi baru dengan efisiensi lebih baik |
| Kamera | 50MP utama bagus, 8MP ultrawide terbatas | Sensor lebih besar, software processing lebih baik |
| Ketahanan Air | IP54 (terbatas) | IP67/IP68 (standar baru) |
| Update Software | Mendekati akhir siklus update | Dukungan panjang dengan update terbaru |
| Harga Pasar | Rp 4-5 jutaan (bekas, estimasi) | Rp 6-8 jutaan (baru) |
Untuk analisis visual lebih detail tentang perbandingan ini, Anda bisa melihat review komparatif lengkap di platform terkait yang membahas secara menyeluruh.
7.2 Update Software Jangka Panjang dan Dukungan
POCO F6 Pro diluncurkan dengan Android 14 dan HyperOS. Perusahaan menjanjikan 3 major OS updates dari titik rilis tersebut. Di tahun 2026, ponsel ini kemungkinan besar sudah mencapai Android 17 sebagai update terakhirnya.
Ini berarti setelah 2026, Anda tidak akan mendapatkan update fitur besar lagi. Security patch mungkin masih diterima untuk waktu tertentu, tapi tidak selamanya. Ini menjadi pertimbangan penting untuk keamanan data jangka panjang.
Smartphone 2026 umumnya menawarkan komitmen update yang lebih panjang. Beberapa brand bahkan menjanjikan 4-5 tahun update OS. Jika Anda plan menggunakan ponsel lebih dari 2 tahun lagi, ini faktor kritis yang perlu dipikirkan.
7.3 Kelebihan dan Kekurangan POCO F6 Pro di Tahun 2026
Setelah melalui berbagai tes dan analisis, berikut profil lengkap POCO F6 Pro di tahun 2026:
Kelebihan yang Masih Bertahan:
- Performa gaming masih solid untuk mayoritas game mobile
- Layar AMOLED dengan kualitas warna dan kecerahan tinggi
- Charging super cepat 120W yang mengisi penuh dalam 20 menit
- Build quality premium dengan material kaca dan logam
- Harga second yang lebih terjangkau dibanding spesifikasi serupa
Kekurangan yang Semakin Terasa:
- Kamera ultrawide 8MP kualitasnya jauh di bawah standar 2026
- Rating IP54 yang hanya tahan cipratan, bukan rendaman
- Ketahanan baterai yang mulai menurun setelah 2 tahun penggunaan
- Speaker stereo dengan kualitas audio terbatas
- Tidak ada jack audio 3.5mm untuk pengguna kabel
- Dukungan software yang mendekati akhir siklus
Keputusan membeli POCO F6 Pro di 2026 sangat tergantung prioritas Anda. Jika mengutamakan performa murni dan charging cepat dengan budget terbatas, ia masih menarik. Tapi jika kamera, ketahanan air, dan update software adalah prioritas, smartphone baru 2026 mungkin pilihan lebih bijak.
Pertimbangkan juga harga poco f6 pro di pasar bekas versus fitur yang Anda dapatkan. Kadang, menambah sedikit budget untuk ponsel baru dengan dukungan lebih panjang bisa menjadi investasi lebih baik jangka panjang.
8. Kesimpulan: Rekomendasi Akhir
Apakah POCO F6 Pro masih layak di tahun 2026? Jawabannya adalah ya, tapi ada beberapa catatan penting.
POCO F6 Pro cocok untuk pengguna tertentu. Ini menawarkan performa flagship dengan harga lebih terjangkau. Kemampuan menangani game berat dan editing video sangat baik.
Layar cerahnya ideal untuk produktivitas di luar ruangan. Fitur pengisian daya 120W adalah keunggulan yang sulit ditandingi.
Rekomendasi kami berubah jika prioritas Anda berbeda. Ponsel ini kurang cocok untuk Anda yang mengutamakan sistem kamera serba bagus. Lensa ultrawide kurang mendukung.
Ketahanan air terbatas membuatnya rentan di area perairan. Dukungan software jangka panjang juga penting.
POCO F6 Pro adalah flagship killer yang masih punya gigi. Ponsel ini bisa bertarung di arena tertentu asalkan Anda memahami batasannya. Bagi gamer dan pengguna yang butuh performa tangguh dengan budget ketat, pilihan ini tetap bisa diandalkan.
➡️ Baca Juga: Poco X8 Pro Max: Baterai dan Teknologi Terbaru dalam Satu Paket
➡️ Baca Juga: Galaxy Note 5 Gak Ada MicroSD? Kok Samsung Nekat Banget Sih Dulu!



