Olimpiade Musim Dingin 2026: 16 Cabang Olahraga Unik dari Ski hingga Curling

Olimpiade Musim Dingin 2026—secara resmi disebut XXV Giochi Olimpici Invernali dan akrab dijuluki Milano Cortina 2026—siap memukau dunia dengan deretan disiplin beradrenalin di atas es dan salju.
Ajang bergengsi ini akan berlangsung di dua kota utama Italia, Milan dan Cortina d’Ampezzo, serta di sejumlah venue lain di Italia utara, menjadikannya edisi Olimpiade Musim Dingin dengan sebaran lokasi terluas dalam sejarah.
Baca Juga: Olimpiade Musim Dingin 2026 di Italia, Indonesia Bisa Ikut?
Total 16 cabang olahraga akan dipertandingkan, dengan 116 nomor medali yang memperebutkan supremasi di panggung internasional.
Mulai dari cabang klasik yang sudah menjadi ikon hingga nomor-nomor baru yang menghadirkan sensasi segar, Milano Cortina 2026 menawarkan tontonan beragam bagi penggemar olahraga di seluruh dunia.
Mari telusuri setiap cabang yang akan meramaikan pesta olahraga musim dingin ini, beserta keunikan dan tantangan yang menanti para atlet.
Pegunungan Alpen Ski
Ski Alpen adalah salah satu cabang paling bergengsi sekaligus menantang. Atlet melaju menuruni lereng curam dengan kecepatan tinggi, menguji nyali, kelincahan, dan kontrol. Nomor yang dipertandingkan mencakup downhill, super-G, giant slalom, slalom, dan alpine combined, masing-masing menuntut kemampuan teknis dan fisik yang berbeda—dari teknik menikung presisi hingga manajemen kecepatan dan pembacaan kontur lintasan.
Biathlon
Biatlon memadukan ski lintas alam dengan menembak sasaran. Daya tahan luar biasa dibutuhkan untuk melintas jarak jauh di medan bersalju, lalu beralih ke akurasi tembak yang menuntut fokus dan ketenangan. Setiap kesalahan tembakan berujung penalti waktu atau putaran tambahan, membuat ritme lomba sangat menegangkan.
kereta luncur
Dalam bobsleigh, tim mendorong lalu menaiki kereta luncur aerodinamis untuk melaju di lintasan es menurun. Start yang eksplosif, koordinasi sempurna, dan kendali pada kecepatan ekstrem adalah kunci. Nomor dua orang dan empat orang menguji kekuatan, sinkronisasi, serta kemampuan membaca tikungan pada milidetik yang menentukan.
Ski Lintas Alam
Cabang ini adalah ujian ketahanan sejati. Atlet menempuh rute bervariasi—menanjak dan menurun—dengan jarak panjang. Teknik meluncur yang efisien, kapasitas kardio yang unggul, dan kekuatan otot yang stabil dibutuhkan untuk mencatat waktu terbaik.
Keriting
Sering dijuluki “catur di atas es,” curling bertumpu pada strategi, presisi, dan kerja tim. Dua tim bergantian meluncurkan batu granit menuju target (house) untuk menempati posisi sedekat mungkin dengan pusatnya. Sapu digunakan untuk memodifikasi permukaan es di depan batu guna mengatur laju dan arah.
Seluncur Indah (Figure Skating)
Figure skating memadukan seni pertunjukan dan kemampuan atletik. Para skater menyajikan lompatan, putaran, dan rangkaian langkah yang kompleks diiringi musik. Penilaian mencakup kesempurnaan teknik dan kualitas artistik, membuatnya menjadi salah satu nomor paling memukau.
Ski Gaya Bebas (Freestyle Skiing)
Freestyle skiing menonjolkan aksi akrobatik dan kreativitas. Disiplinnya meliputi aerials, moguls, ski cross, slopestyle, halfpipe, dan big air—masing-masing menghadirkan kombinasi kecepatan, teknik, dan trik udara yang menuntut presisi mendarat.
Kembali Es
Hoki es adalah permainan tim yang cepat dan fisikal. Dua tim berusaha mencetak gol dengan mengarahkan keping (puck) ke gawang lawan menggunakan tongkat. Keterampilan skating, kontrol puck, kerja sama, dan ketangguhan fisik menjadi penentu.
Luge
Luge menampilkan pebalap individu atau ganda yang meluncur di atas kereta luncur kecil di lintasan es sempit dan berkelok. Atlet berbaring telentang, mengarahkan sled dengan pergeseran berat badan dan sentuhan halus pada kaki. Kecepatan dapat melampaui 100 km/jam, menuntut refleks cepat dan konsentrasi total.
Kombinasi Nordik
Kombinasi nordik menggabungkan lompat ski dan ski lintas alam. Poin dari fase lompat—berdasarkan jarak dan gaya—diubah menjadi selisih waktu start pada balapan lintas alam. Atlet paling konsisten di kedua disiplin akan keluar sebagai pemenang.
Seluncur Cepat (Short Track Speed Skating)
Short track digelar di lintasan lebih pendek dengan beberapa atlet sekaligus dalam satu heat. Lomba ini sangat taktis dan dinamis: perebutan posisi, manuver menyalip, dan potensi kontak membuat setiap putaran penuh drama.
Kerangka
Mirip luge tetapi dengan posisi tengkurap menghadap depan, skeleton menuntut keberanian dan kontrol tubuh tingkat tinggi. Atlet harus menjaga stabilitas pada kecepatan sangat tinggi sambil membaca tikungan dengan akurat.
Lompat Ski
Pada lompat ski, atlet meluncur dari landasan curam dan terbang sejauh mungkin dengan posisi aerodinamis. Nilai diambil dari jarak lompatan serta kualitas pendaratan. Teknik ideal, kekuatan, dan keberanian menjadi fondasinya.
Pendakian Gunung Ski (Skimo)
Debut pada edisi 2026, skimo memadukan ski lintas alam, pendakian, dan teknik turun gunung. Atlet mendaki lereng menggunakan ski khusus berkulit (skins) untuk traksi, kemudian mengubah setelan pengikat untuk meluncur turun dengan cepat. Nomor yang dilombakan antara lain sprint dan estafet campuran.
papan seluncur salju
Snowboard menawarkan aksi dinamis di atas papan tunggal. Cabangnya mencakup snowboard alpine (seperti parallel giant slalom), freestyle (big air, halfpipe, slopestyle), serta snowboard cross. Trik udara spektakuler, kecepatan, dan kreativitas menjadi ciri khasnya.
Seluncur Cepat (Speed Skating)
Speed skating adalah balapan di lintasan oval panjang dengan sepatu berbilah ramping untuk memaksimalkan kecepatan. Jarak perlombaan beragam, dari nomor sprint hingga jarak jauh yang menuntut ketahanan dan efisiensi teknik meluncur.
➡️ Baca Juga: Spesifikasi Lengkap iQOO Z11 Turbo Bocor, Desain Sporty Terungkap
➡️ Baca Juga: Swiftkey Dibeli Microsoft Rp 3 Triliun Tapi Masih Gratis Kok Ini Rahasianya




