PSIS Semarang Resmi Berpisah dengan Pelatih Jafri Sastra

Manajemen PSIS Semarang resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Jafri Sastra pada Sabtu malam, 31 Januari 2026. Keputusan ini diambil usai manajemen merampungkan evaluasi terhadap performa tim pada putaran kedua Liga 2 Championship 2025/2026.
Asisten Manajer PSIS Semarang, Reza Handhika, menegaskan bahwa pemutusan kontrak tersebut merupakan bagian dari upaya pembenahan untuk meningkatkan performa di putaran berikutnya. “Kesepakatan mengakhiri masa kerja dengan coach Jafri merupakan hasil evaluasi guna mengangkat performa PSIS di fase selanjutnya,” ujar Reza, Minggu, 1 Februari 2026.
Evaluasi Hasil Pertandingan
Hingga pekan ke-18 Liga 2 Championship 2025/2026, PSIS Semarang masih berada di papan bawah klasemen Grup 2 (Grup Timur) dengan raihan 11 poin. Laskar Mahesa Jenar baru mencatat tiga kemenangan, dua hasil imbang, dan 13 kekalahan dari 18 laga—hasil yang dinilai belum sejalan dengan target manajemen.
Jafri Sastra ditunjuk sebagai pelatih kepala PSIS pada 21 November 2025 menggantikan Ega Raka, dan mulai memimpin sejak pekan ke-12. Debutnya ditandai kemenangan 1-0 atas Persiba Balikpapan pada 23 November 2025, sempat memunculkan optimisme kebangkitan.
Perombakan Skuad dan Dampaknya
Selama periode kepelatihan Jafri, manajemen juga merombak skuad dengan mendatangkan sejumlah nama berpengalaman untuk memperkuat tim menghadapi putaran kedua. Esteban Vizcarra, Beto Goncalves, Otavio Dutra, serta pemain asing Rafinha didatangkan sebagai amunisi baru. Namun, kedatangan mereka belum mampu mengubah posisi PSIS secara signifikan di klasemen.
Dari tujuh pertandingan yang dipimpin Jafri, PSIS membukukan tiga kemenangan dan empat kekalahan. Catatan yang belum konsisten ini menjadi salah satu alasan utama berakhirnya kerja sama.
Apresiasi dan Harapan ke Depan
Kendati harus berpisah lebih cepat, manajemen PSIS menyampaikan apresiasi atas kontribusi Jafri Sastra selama menangani tim. “Terima kasih atas dedikasi yang telah diberikan, coach. Semoga sukses selalu,” ucap Reza Handhika. Manajemen berharap perubahan di kursi pelatih dapat segera mendongkrak performa tim pada sisa kompetisi musim 2025/2026 dan menjauhkan dari ancaman degradasi.
Laskar Mahesa Jenar kini bergerak cepat mencari pengganti Jafri untuk menghadapi sembilan laga krusial tersisa yang akan menentukan nasib klub di Liga 2 musim depan. Sesuai regulasi Liga 2, pelatih pengganti harus berstatus lokal dengan lisensi minimal A AFC atau Pro AFC.
➡️ Baca Juga: Film “12 Mile”: Perjuangan Mochtar untuk Memperjuangkan Negara Kepulauan Indonesia
➡️ Baca Juga: Setting Keamanan PSN Ini Wajib Dinyalain, Kalo Gak Akun Kamu Rentan Dihack!




