Konflik internal di Pengurus Provinsi Kickboxing Indonesia (Pengprov KBI) Jawa Timur semakin meningkat, dengan sejumlah Pengurus Kabupaten (Pengkab) dan Pengurus Kota (Pengkot) mendesak diadakannya Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) serta memastikan transparansi organisasi. Desakan ini muncul sebagai respons terhadap ketidakpuasan terhadap kepemimpinan yang ada saat ini.
Situasi ini mencuat setelah beberapa Pengkab dan Pengkot menyampaikan pernyataan resmi mereka yang menyoroti perlunya perubahan kepemimpinan di Pengprov KBI Jatim. “Kami membutuhkan kepemimpinan yang lebih transparan dan terbuka,” ungkap salah satu pengurus yang tidak ingin disebutkan namanya. Pernyataan ini menunjukkan adanya dorongan kuat dari anggota-anggota organisasi untuk melakukan evaluasi menyeluruh.
Latar Belakang Konflik
Kisruh ini berakar dari ketidakpuasan terhadap pengelolaan organisasi dan keputusan yang diambil oleh pengurus saat ini. Banyak anggota merasa bahwa komunikasi antara pengurus dan anggota tidak berjalan dengan baik, yang menyebabkan kebingungan dan ketidakpastian di kalangan atlet dan pengurus daerah. Selain itu, isu terkait pembagian anggaran dan dukungan terhadap atlet juga menjadi sumber perdebatan.
Para pengurus daerah menyatakan bahwa mereka telah berupaya untuk menyampaikan aspirasi mereka melalui berbagai forum, namun merasa bahwa suara mereka tidak didengar. “Kami berharap Musprovlub dapat menjadi ajang untuk memperbaiki semua kekurangan dan memulai babak baru bagi KBI Jatim,” tambah pengurus lain yang terlibat dalam desakan ini.
Informasi Tambahan
Dalam beberapa bulan terakhir, perkembangan di KBI Jatim telah menarik perhatian banyak pihak. Beberapa pihak menilai bahwa konflik internal ini dapat berdampak negatif pada prestasi atlet dan citra organisasi di tingkat nasional. Oleh karena itu, banyak yang mendesak agar isu ini segera ditangani dengan serius.
Organisasi KBI di Jawa Timur memegang peranan penting dalam pengembangan olahraga kickboxing di Indonesia. Dengan banyaknya atlet muda yang berbakat, keberadaan struktur kepemimpinan yang solid dan transparan sangat diperlukan untuk memastikan potensi mereka dapat berkembang dengan baik.
Menyikapi situasi ini, Pengprov KBI Jatim diharapkan dapat merespons tuntutan tersebut dengan langkah-langkah yang konstruktif, demi kemajuan olahraga kickboxing di daerah tersebut.
➡️ Baca Juga: Prakiraan Cuaca Bandung 31 Januari, BMKG: Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah
➡️ Baca Juga: Persebaya vs Dewa United: Risto Mitrevski Hadapi Mantan Klub

