Musim flu di Amerika Serikat masih menunjukkan tantangan yang signifikan, dengan para ahli kesehatan memperingatkan tentang kemungkinan munculnya gelombang kedua. Meningkatnya jumlah infeksi, terutama di kalangan anak-anak, menunjukkan bahwa situasi ini belum sepenuhnya teratasi. Data terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) yang dirilis pada 30 Januari menunjukkan bahwa setelah penurunan sementara, kasus flu kembali mengalami lonjakan.
Puncak Kedua Musim Flu
Epidemiolog Caitlin Rivers dari Johns Hopkins University mencatat bahwa puncak pertama musim flu terjadi sekitar periode Tahun Baru. Namun, setelah mengalami penurunan selama beberapa minggu, kasus kembali meningkat, terutama di kalangan anak-anak usia sekolah. “Kita sedang menuju puncak kedua musim flu,” jelas Rivers, menekankan bahwa infeksi flu dapat menyebar dengan cepat di lingkungan rumah ketika anak-anak dan remaja terinfeksi.
Dampak pada Keluarga
Ketika anak-anak terpapar virus flu, dampak tidak hanya dirasakan oleh mereka, tetapi juga anggota keluarga lainnya. Penularan di dalam rumah dapat menyebabkan peningkatan kasus di antara orang dewasa dan anggota keluarga lainnya. Musim flu biasanya berlangsung pada musim gugur dan dingin, meskipun durasinya bisa bervariasi dan sulit diprediksi.
Menurut estimasi CDC, sejauh ini terdapat lebih dari 20 juta kasus flu, dengan 270 ribu rawat inap dan 11 ribu kematian akibat flu pada musim ini. Menariknya, anak-anak di bawah usia 18 tahun mengalami tingkat rawat inap mingguan tertinggi sejak musim flu 2010–2011. Dr. William Schaffner, seorang profesor penyakit menular di Vanderbilt University Medical Center, menegaskan pentingnya tetap waspada, “Kita belum keluar dari musim flu musim dingin ini.”
Statistik dan Vaksinasi
Data terbaru dari CDC mencatat tambahan delapan kematian anak akibat flu pada pekan yang berakhir 24 Januari, menjadikan total kematian anak selama musim ini sebanyak 52 kasus. Menyentuh aspek vaksinasi, sekitar 90% dari anak-anak yang meninggal sebenarnya memenuhi syarat untuk mendapatkan vaksin, namun mereka belum divaksinasi flu. “Strain influenza A(H3N2) yang dominan di AS mengalami mutasi pada subkelompok K, membuatnya sangat mudah menular,” tambah Schaffner, meskipun vaksin flu tetap memberikan perlindungan, terutama terhadap infeksi berat.
Penyebaran Influenza B
Selain itu, strain influenza B juga menunjukkan peningkatan, meskipun penyebarannya cenderung lebih lambat. Biasanya, influenza B mulai mendominasi menjelang akhir musim flu. Data CDC menunjukkan adanya sedikit peningkatan kasus influenza B secara nasional. Dr. George Rust dari Florida State University College of Medicine menjelaskan bahwa wilayah Sun Belt di bagian selatan AS cenderung mengalami lonjakan kasus yang lebih lambat, sehingga infeksi muncul lebih belakangan.
Pentingnya Vaksinasi dan Tindakan Pencegahan
Dengan meningkatnya jumlah kasus, penting bagi masyarakat untuk menyadari perlunya vaksinasi. Dr. Rust mengingatkan bahwa meskipun waktu semakin mendekati akhir musim flu, masih belum terlambat untuk mendapatkan vaksin. Selain vaksinasi, masyarakat juga disarankan untuk menghindari kontak dekat dengan orang yang batuk atau bersin, karena flu menyebar melalui percikan pernapasan. Mencuci tangan secara rutin dengan sabun dan air juga sangat dianjurkan.
“Jika Anda merasa sakit, sebaiknya jangan memaksakan diri,” kata Rust. Ia menyarankan individu dengan gejala seperti demam, nyeri badan, dan kelelahan untuk tidak pergi ke sekolah atau bekerja, demi mencegah penyebaran virus.
Kelompok Rentan dan Langkah Pencegahan
Kelompok yang berisiko lebih tinggi untuk dirawat di rumah sakit akibat flu termasuk lansia di atas 65 tahun, individu dengan penyakit penyerta, mereka yang memiliki sistem imun lemah, dan ibu hamil. Penggunaan masker yang tepat, seperti respirator N95 atau KN95, juga dapat membantu mengurangi risiko penularan, terutama di tempat yang ramai.
Sebagian besar langkah pencegahan ini juga relevan untuk penyakit pernapasan lain yang beredar pada musim dingin, seperti COVID-19 dan RSV. Masyarakat diharapkan untuk tetap waspada dan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang tepat guna melindungi diri sendiri dan orang-orang di sekitar mereka dari penyebaran virus.
Kesimpulan
Dengan meningkatnya kasus flu anak di AS, penting bagi masyarakat untuk menyadari bahwa kita masih berada dalam fase kritis musim flu. Vaksinasi tetap menjadi alat utama dalam melindungi diri dari infeksi yang lebih parah. Dengan kombinasi tindakan pencegahan dan kesadaran akan risiko, kita dapat membantu meminimalkan dampak dari gelombang kedua musim flu 2023.
➡️ Baca Juga: Rating Pemain Manchester United vs Fulham: Sesko Pahlawan, Senne Lammens…
➡️ Baca Juga: Xiaomi vs iPhone: HP Mana yang Lebih “Dingin”?

