Pasar Berkembang Menunjukkan Ketahanan di Tengah Volatilitas, Namun India dan Indonesia Diprediksi Alami Penurunan di 2026
Emerging markets (EM) menunjukkan ketahanan yang signifikan meskipun mengalami volatilitas yang meningkat pada awal tahun 2026. Meskipun aset pasar berkembang mencatatkan awal yang kuat, India dan Indonesia diproyeksikan menjadi underperformers, berdasarkan laporan terbaru dari Deutsche Bank.
Laporan tersebut mengungkapkan bahwa ekuitas pasar berkembang mengalami kenaikan yang kuat pada bulan Januari, dengan indeks MSCI Emerging Markets mencatatkan peningkatan substansial. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat tantangan, sejumlah pasar dalam kategori ini berhasil mendapatkan momentum positif.
Kutipan dari Narasumber
“Walaupun banyak pasar berkembang yang menunjukkan performa yang menggembirakan, India dan Indonesia masih menghadapi tantangan yang signifikan,” jelas analis Deutsche Bank dalam laporannya. “Kondisi ini mengindikasikan perlunya langkah strategis untuk meningkatkan daya saing dan stabilitas ekonomi di kedua negara.”
Latar Belakang dan Konteks
Pasar berkembang sering kali menjadi sorotan di tengah fluktuasi ekonomi global. Tahun 2026 dimulai dengan harapan, tetapi juga ketidakpastian yang tetap ada. Sementara banyak negara di kategori ini memperlihatkan pertumbuhan yang positif, India dan Indonesia menghadapi berbagai tantangan struktural dan makroekonomi yang dapat menghambat pertumbuhan mereka.
Dalam konteks ini, investor mulai memperhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kinerja jangka pendek dan jangka panjang kedua negara tersebut. Antara lain, masalah kebijakan, inflasi, serta stabilitas politik menjadi perhatian utama.
Informasi Tambahan
Deutsche Bank juga mencatat bahwa meskipun India dan Indonesia mengalami tekanan, peluang untuk perbaikan tetap ada. Investasi dalam infrastruktur, reformasi kebijakan, dan peningkatan sektor teknologi dapat berkontribusi pada pemulihan yang lebih baik.
Secara keseluruhan, meskipun ada tantangan yang dihadapi, pasar berkembang secara keseluruhan menunjukkan potensi yang kuat. Investor diharapkan untuk tetap waspada dan mempertimbangkan faktor-faktor risiko saat mengevaluasi peluang investasi di India dan Indonesia di tahun 2026.
➡️ Baca Juga: Charging 8 Menit ke 50%: Benarkah Infinix Note 40 Pro+ 5G Secepat Itu?
➡️ Baca Juga: Hector Souto Akui Kemenangan atas Jepang, Laga Paling Sulit Timnas Futsal Indonesia

