Finance

Harga Bitcoin Anjlok ke $81.000, Likuidasi Capai $1,68 Miliar

Bitcoin merosot ke posisi terendah dalam sembilan bulan, menyentuh sekitar 81.000 dolar AS pada Jumat (30/01/2026). Kejatuhan tajam ini memicu gelombang likuidasi bernilai miliaran dolar dalam 24 jam terakhir. Para analis mengaitkan pelemahan aset kripto utama ini dengan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta ancaman tarif baru dari Presiden AS Donald Trump.

Data TradingView menunjukkan Bitcoin sempat turun hingga 81.047 dolar AS pada awal perdagangan Jumat—terendah sejak April tahun lalu—atau melemah sekitar 35% dari rekor puncaknya di 126.000 dolar AS pada Oktober.

Gelombang Likuidasi Memicu Kepanikan

Penurunan harga yang curam langsung mengguncang pasar derivatif. CoinGlass mencatat sekitar 270.000 pedagang terkena likuidasi dalam 24 jam terakhir, dengan total kerugian mencapai 1,68 miliar dolar AS. Sekitar 93% di antaranya merupakan posisi long, yang didominasi pasangan Bitcoin (BTC) dan Ether (ETH).

Tekanan jual tersebut juga memangkas kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan. Dalam periode yang sama, total nilai pasar aset kripto menyusut sekitar 200 miliar dolar AS. Sentimen risk-off kian menguat, mendorong investor keluar dari aset berisiko seperti mata uang kripto.

Ketegangan Geopolitik dan Ancaman Tarif

Aksi jual besar-besaran ini diyakini dipicu oleh memanasnya situasi di Timur Tengah. Amerika Serikat dilaporkan mengirim tambahan kapal perang ke kawasan tersebut di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran. Presiden Donald Trump juga menyatakan rencana berbicara dengan Teheran, menambah ketidakpastian pasar. Trump turut mengumumkan keadaan darurat nasional dan menandatangani perintah eksekutif untuk memberlakukan tarif atas barang dari negara-negara yang menjual atau memasok minyak ke Kuba, memperbesar kekhawatiran di kalangan pelaku pasar.

Perkembangan ini selaras dengan episode sebelumnya ketika ancaman tarif Trump mengguncang pasar kripto. Pada awal Januari 2026, ancaman tarif terhadap negara-negara Eropa memicu likuidasi sekitar 875 juta dolar AS. Bahkan pada April 2025, ancaman serupa sempat menyeret Bitcoin ke kisaran 81.000 dolar AS dan memantik aksi jual luas.

Dampak pada Aset Lain dan Sektor Teknologi

Tidak hanya Bitcoin, aset yang kerap dianggap sebagai safe haven seperti emas dan perak juga terkoreksi. Emas turun sekitar 9% dari rekor tertingginya di 5.600 dolar AS per ons, sementara perak melemah 11,5%. Pergerakan ini menunjukkan rotasi modal yang lebih luas dari aset berisiko menuju instrumen yang dinilai lebih aman di tengah ketidakpastian global.

Tekanan tambahan datang dari laporan kinerja perusahaan teknologi yang mengecewakan. Microsoft melaporkan belanja yang mencetak rekor serta perlambatan pertumbuhan penjualan cloud, mendorong sahamnya jatuh 10% pada Kamis. Kondisi ini memicu kekhawatiran atas prospek sektor teknologi, yang kerap berkorelasi erat dengan pergerakan pasar kripto.

Analis pasar menilai kombinasi ketegangan geopolitik, ancaman tarif perdagangan, dan kinerja korporasi yang lesu membentuk “badai sempurna” yang memicu aksi jual besar-besaran. Bitcoin kini berada di area dukungan krusial pada kerangka waktu bulanan, dan investor akan mencermati apakah level 81.000 dolar AS mampu bertahan.

➡️ Baca Juga: Teknologi DLSS 3.5 vs FSR 3 ini frame generation bedanya gak cuma performa tapi artifact

➡️ Baca Juga: Atta Halilintar Wakili Indonesia di Match for Hope 2026 di Qatar

Related Articles

Back to top button