Site icon BPFK Medan

Declan Rice Puji Liam Rosenior di Chelsea, Performa Tim Melesat

Declan Rice Puji Liam Rosenior di Chelsea, Performa Tim Melesat

Gelandang Arsenal, Declan Rice, melontarkan apresiasi tulus kepada manajer Chelsea, Liam Rosenior, atas lonjakan performa The Blues. Menurut Rice, sejak Rosenior mengambil alih, Chelsea tampil “sangat bagus” dan terus menunjukkan progres.

Pernyataan itu disampaikan Rice usai laga leg kedua semifinal Carabao Cup di Emirates Stadium pada Rabu (4/2/2026) dini hari WIB. Meskipun Arsenal menang tipis 1-0 lewat gol Kai Havertz di penghujung babak kedua dan melaju ke final dengan agregat 4-2, Rice tetap mengakui kualitas permainan lawan.

Berbicara kepada ITV1, Rice menegaskan bahwa Chelsea layak mendapat pujian. Ia menyoroti perubahan taktik yang dilakukan Rosenior sepanjang pertandingan. “Mereka mengubah formasi malam ini dan membuat kami kerepotan. Di hari lain mungkin mereka bisa mencetak gol. Kredit untuk mereka, dan pertahanan kami juga tampil luar biasa,” ucapnya, menekankan intensitas dan organisasi The Blues.

Performa Chelsea di Bawah Rosenior

Sejak Liam Rosenior ditunjuk sebagai pelatih kepala pada Januari 2026, performa Chelsea menanjak signifikan. Menjelang kekalahan dari Arsenal di semifinal Carabao Cup, mereka mencatat enam kemenangan dalam tujuh laga di semua kompetisi—indikasi nyata efek positif sentuhan Rosenior.

Eks pelatih Hull City dan Strasbourg itu dikenal cermat dalam aspek taktik. Saat berhadapan dengan Arsenal, ia menerapkan formasi yang tidak biasa dan sukses mengganggu ritme lini tengah serta pertahanan lawan. Laporan pertandingan mencatat Chelsea menguasai 56 persen bola dan melepaskan 14 tembakan, sementara Arsenal hanya mengupayakan lima percobaan.

Kendati demikian, efektivitas Arsenal lebih menentukan. Gol telat Kai Havertz menjadi pembeda. Meski kalah, data penguasaan dan jumlah peluang menegaskan bahwa Chelsea di bawah Rosenior mampu bersaing ketat dan memberi perlawanan serius.

Arsenal Melaju ke Final

Hasil ini membawa Arsenal ke final Carabao Cup untuk pertama kalinya dalam enam tahun. Tim asuhan Mikel Arteta kini menunggu pemenang semifinal lain antara Manchester City dan Newcastle United, dengan City unggul 2-0 dari leg pertama.

Bagi Arsenal, ini merupakan kesempatan untuk mengakhiri puasa gelar di ajang tersebut, setelah terakhir kali mengangkat trofi pada 1993. Musim ini juga terlihat menjanjikan: mereka memimpin klasemen sementara Liga Primer Inggris dan menyapu bersih kemenangan di fase grup Liga Champions.

Laga kontra Chelsea memperlihatkan masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan Arsenal untuk mengunci kemenangan, terutama melawan tim dengan disiplin tinggi dan kejutan taktis. Pujian Rice terhadap Rosenior menjadi sinyal bahwa pelatih anyar Chelsea itu telah kembali membangun kepercayaan diri dan daya saing tim dalam waktu singkat.

Meskipun tersingkir, Chelsea menunjukkan bahwa mereka bukan lagi lawan mudah. Performa impresif di bawah Rosenior menumbuhkan optimisme suporter akan kembalinya The Blues bersaing di papan atas sepak bola Inggris.

➡️ Baca Juga: Mikel Arteta Incar Trofi Carabao Cup untuk Membangun Siklus Juara Arsenal

➡️ Baca Juga: Liverpool dan Man United Berebut Kees Smit, Wonderkid AZ Alkmaar £53 Juta

Exit mobile version