Cristiano Ronaldo Terancam Diputus Kontrak di Al Nassr Akibat Mogok Main

Megabintang sepak bola Cristiano Ronaldo dikabarkan memilih untuk tidak bermain bagi Al-Nassr sebagai bentuk protes terhadap manajemen klub, terutama menyangkut kebijakan transfer. Langkah ini berpotensi memutus kontraknya dengan klub Arab Saudi tersebut, merujuk pada regulasi FIFA yang berlaku.
Keputusan Ronaldo absen pada laga Al-Nassr kontra Al-Riyadh pada Senin (2/2/2026) malam—yang berakhir 1-0 untuk Al-Nassr—dianggap sebagai puncak kekecewaannya.
Sejumlah media internasional, termasuk Mundo Deportivo, melaporkan bahwa Ronaldo frustrasi dengan pengelolaan klub-klub besar di liga oleh Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi, khususnya terkait pembagian anggaran transfer yang dinilai timpang dan lebih menguntungkan rival seperti Al-Hilal.
Rasa Frustrasi atas Kebijakan Transfer dan Perbandingan dengan Rival
Ketidakpuasan Ronaldo terutama dipicu minimnya pergerakan Al-Nassr pada bursa Januari 2026. Saat klub-klub lain yang juga berada di bawah PIF—seperti Al-Hilal, Al-Ittihad, dan Al-Ahli—aktif mendatangkan nama-nama besar, Al-Nassr justru dinilai pasif. Laporan menyebutkan mereka hanya merekrut satu pemain baru, gelandang U-23 Irak Haydeer Abdulkareem, yang bahkan belum menjalani debut.
Situasi ini kontras dengan Al-Hilal, pesaing terdekat Al-Nassr dalam perburuan gelar Liga Pro Saudi, yang berhasil menggaet pemain-pemain penting, termasuk Karim Benzema yang sebelumnya sempat dikaitkan dengan Al-Ittihad.
Perbandingan tersebut membuat Ronaldo menilai Al-Nassr kurang menunjukkan ambisi juara, meski ia sudah menunjukkan komitmen jangka panjang dengan memperpanjang kontrak hingga pertengahan 2027.
Potensi Pemutusan Kontrak Menurut Aturan FIFA
Aksi mogok main Ronaldo membuka peluang bagi Al-Nassr untuk memutus kontraknya berdasarkan Pasal 17 FIFA tentang pemutusan kontrak tanpa alasan sah. Aturan itu menyebut pihak yang dirugikan akibat pelanggaran kontrak berhak atas kompensasi. Jika Al-Nassr menempuh langkah ini, Cristiano Ronaldo berpotensi diwajibkan membayar ganti rugi kepada klub.
Kontrak Ronaldo bersama Al-Nassr—ditandatangani pada 2022 dan diperbarui pada 2025 hingga pertengahan 2027—telah melewati “periode terlindungi” bagi pemain berusia di atas 28 tahun, yang umumnya mencakup dua tahun pertama masa kerja.
FIFA juga mengatur bahwa pelanggaran kontrak dalam periode terlindungi dapat berujung sanksi olahraga berupa larangan bermain selama empat bulan. Namun karena kontrak Ronaldo sudah melewati fase tersebut, sorotan utama kini berada pada potensi kewajiban kompensasi apabila Al-Nassr memutus kontrak.
Dampak dan Arah Ke Depan
Absennya Ronaldo, meski tim tetap meraih kemenangan penting, memantik spekulasi besar soal masa depannya. Media Portugal, Record, memberitakan bahwa Ronaldo merasa kontribusinya dalam mengangkat profil sepak bola Arab Saudi dan perannya sebagai duta Piala Dunia 2034 kurang dihargai. Mogok main dipandang sebagai bentuk tuntutan atas penghormatan yang lebih besar.
Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak Cristiano Ronaldo. Namun, situasi ini menyoroti potensi ketegangan internal di klub-klub yang dikelola PIF, terutama terkait alokasi sumber daya dan ambisi bersaing. Kelanjutan karier Ronaldo di Al-Nassr pun menjadi tanda tanya, dengan risiko pemutusan kontrak yang kian nyata.
Al-Nassr saat ini menempati peringkat kedua Liga Pro Saudi, terpaut satu poin dari pemuncak klasemen Al-Hilal usai bersua Al-Riyadh. Kemenangan tanpa Ronaldo memang menunjukkan kedalaman skuad, tetapi absennya sang bintang bisa berdampak pada moral tim dan peluang mereka dalam perebutan gelar musim ini.
➡️ Baca Juga: Review Oppo A3x: Ketangguhan Snapdragon 6s dan Baterai 5100mAh untuk Sehari Penuh
➡️ Baca Juga: Kisruh KBI Jatim: Pengkab dan Pengkot Desak Musprovlub serta Transparansi Organisasi




