Pelatih Real Madrid, Álvaro Arbeloa, mengakui laga kandang kontra Rayo Vallecano pada Minggu sore akan menjadi ujian berat. Kekalahan 4-2 dari SL Benfica di Liga Champions tengah pekan lalu membuat Madrid gagal melaju ke babak 16 besar dan bisa jadi disambut dingin oleh publik Santiago Bernabéu.
Dalam konferensi pers jelang laga, Arbeloa menekankan pentingnya fokus penuh dan performa optimal demi menjaga posisi di papan atas. Ia menyebut Rayo sebagai tim yang tangguh dan agresif, sehingga Madrid harus tampil maksimal.
Soal kemungkinan reaksi suporter, Arbeloa berharap dukungan seperti pada laga kandang sebelumnya. Ia menilai tim selalu lebih kuat bersama fans, dengan target menang dan tetap bersaing dalam perburuan gelar. Ia menambahkan bahwa dukungan publik sangat dibutuhkan untuk terus menempel di puncak, mencontohkan momen saat menghadapi Monaco ketika kebersamaan membuat segalanya lebih mudah.
Nasib Carvajal dan Ceballos
Menjawab pertanyaan tentang minimnya menit bermain kapten Dani Carvajal dan gelandang Dani Ceballos sejak ia memimpin, Arbeloa menjelaskan bahwa prioritas untuk Carvajal adalah membangun ritme latihan yang konsisten dan menghindari kambuhnya cedera. Ia memilih pendekatan bertahap dan sabar, sembari meminta waktu lebih.
Terkait Ceballos, Arbeloa menegaskan kualitasnya dan menyatakan bahwa sang gelandang adalah pemain yang dibutuhkan serta akan berperan penting hingga akhir musim.
Peran Vinicius dan Konsistensi Tim
Menanggapi perdebatan soal pengelolaan pemain seperti Vinícius Jr. yang tetap dimainkan meski performa menurun, Arbeloa menuturkan bahwa ia selalu berusaha menurunkan pemain terbaik. Menurutnya, semakin banyak menit yang dimiliki pemain kunci, semakin besar kontribusi yang bisa mereka berikan. Ia mencontohkan aksi Vinícius saat melawan Villarreal yang berujung pada gol kedua, seraya mengingatkan bahwa pemain seperti itu bisa mengubah jalannya pertandingan kapan saja.
Menyoal anggapan Kylian Mbappé tentang kurangnya mentalitas tim setelah laga kontra Benfica, Arbeloa menegaskan fokusnya pada perbaikan dan pencarian solusi, tanpa larut dalam kekecewaan atau euforia—hanya bekerja.
Ia juga meredakan kekhawatiran soal kondisi fisik dan kecepatan tim, menekankan bahwa dua pekan ke depan akan dimanfaatkan untuk meningkatkan aspek-aspek tersebut di semua lini.
Arbeloa menyebut ada sekitar 18–19 hari untuk bersama skuad demi mengangkat level permainan, dimulai setelah pertandingan besok.
Menanggapi penilaian bahwa performa tim masih naik-turun, ia mengakui pentingnya konsistensi. Tim sedang bekerja keras dan menganalisis langkah-langkah yang diperlukan agar stabilitas performa tercapai, sambil meminta waktu untuk mematangkannya.
Butuh Waktu dan Kepercayaan
Arbeloa menegaskan perlunya waktu untuk menanamkan ide dan prinsip permainan. Meski mengapresiasi sambutan serta komitmen para pemain, ia menilai proses internalisasi di lapangan membutuhkan fase tertentu. Ia menantikan periode kerja intens tersebut dan menyatakan keyakinannya pada tim.
Ia menolak anggapan bahwa kekalahan dari Benfica membuat tim kembali ke titik nol. Fokus mereka sepenuhnya tertuju pada Rayo, dengan kesadaran penuh akan tuntutan dan kesulitan laga.
Arbeloa menekankan pentingnya peningkatan berkelanjutan, baik secara kolektif maupun individu, karena untuk menang di setiap pertandingan, standar performa harus sangat tinggi—sesuatu yang berlaku bagi semua tim.
Ia juga menyebut tidak menyesali keputusan saat menghadapi Albacete maupun Benfica, memilih menjadikannya bahan pembelajaran untuk peningkatan ke depan, sambil mengakui bahwa kesalahan bisa terjadi.
Saat ditanya tentang pesan yang ia sampaikan kepada para pemain setelah kekalahan dari Benfica, Arbeloa enggan membeberkannya dan menyebut hal itu sebagai urusan internal antara dirinya dan skuad.
➡️ Baca Juga: 9 Aplikasi Monitoring Suhu PC Real-time Gratis (CPU, GPU, NVMe)
➡️ Baca Juga: Xbox Series S Gpu 4 Teraflop Ternyata Bisa Ray Tracing 4k 30fps Kok Bisa?

