Berita Utama

Sebaran Penggunaan Genteng di Rumah Tangga Indonesia Berdasarkan Wilayah

Gentengisasi: Upaya Peningkatan Kualitas Hunian Nasional

Pada tahun 2022, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa 57,93 persen atau sekitar 40.913.287 rumah tangga di Indonesia telah memilih genteng sebagai penutup atap hunian mereka. Ini merupakan langkah signifikan di tengah seruan pemerintah untuk menggalakkan program “gentengisasi,” yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hunian, memperindah lingkungan permukiman, serta memperkuat citra Indonesia di mata wisatawan.

Gagasan di balik program gentengisasi didasarkan pada karakteristik genteng yang lebih sesuai dengan iklim tropis Indonesia. Material ini terbukti efektif dalam meredam panas dan memiliki daya tahan yang lebih baik dibandingkan dengan atap dari bahan lainnya. Sebaliknya, atap berbahan seng cenderung menyerap panas dan mudah berkarat, yang dapat mengurangi kenyamanan penghuni sekaligus mengurangi nilai estetika bangunan. Meskipun demikian, atap dari seng, asbes, dan material lainnya masih cukup umum digunakan di seluruh Indonesia.

Mayoritas Rumah Tangga Indonesia Pilih Genteng

Data BPS 2022 menunjukkan bahwa 57,93 persen rumah tangga di Indonesia telah beralih ke penggunaan genteng, yang berarti sekitar 40.913.287 rumah tangga menjadikan genteng sebagai pilihan utama untuk penutup atap. Di sisi lain, 31,48 persen atau 22.232.058 rumah tangga masih menggunakan atap berbahan seng. Meskipun atap seng memiliki kelebihan seperti ringan dan harga yang terjangkau, material ini sering kali menimbulkan suara bising saat hujan dan dapat membuat rumah terasa lebih panas karena sifat logamnya yang cepat menghantarkan panas.

Beragam Material Atap Lainnya

Selain genteng dan seng, BPS juga mencatat penggunaan berbagai material atap lainnya. Sebanyak 7,85 persen atau sekitar 5.543.280 rumah tangga masih menggunakan atap berbahan asbes. Meskipun atap asbes menawarkan harga yang terjangkau, ketahanannya, serta kemudahan pemasangan, penggunaannya membawa risiko kesehatan akibat partikel halus yang dapat terhirup.

Hanya 1,63 persen atau 1.148.294 rumah tangga yang memilih atap berbahan beton. Atap beton dikenal akan kekuatannya dan daya tahan yang mencapai hingga 50 tahun. Sementara itu, 0,28 persen atau 199.055 rumah tangga masih menggunakan atap berbahan bambu, kayu, atau sirap. Selain itu, 0,84 persen atau 592.978 rumah tangga tercatat menggunakan atap dari bahan lainnya, seperti jerami, ijuk, hingga rumbia.

Sebaran Geografis: Genteng Dominan di Jawa, Seng Merajai Indonesia Timur

Dalam hal distribusi geografis, penggunaan atap genteng di daerah perkotaan mencapai 62,2 persen, sedangkan atap seng berada di angka 24,4 persen. Di wilayah perdesaan, genteng digunakan oleh 52,5 persen rumah tangga. Meskipun genteng menjadi jenis atap paling dominan di tingkat nasional, penggunaannya belum merata di seluruh Indonesia. Genteng tanah liat masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, dengan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat penggunaan tertinggi sebesar 95,03 persen, diikuti oleh Jawa Timur sebesar 93,58 persen, dan Lampung 87,10 persen.

Sebaliknya, atap berbahan seng lebih mendominasi wilayah Indonesia timur. Provinsi Gorontalo mencatat penggunaan seng tertinggi dengan 97,3 persen, diikuti oleh Sulawesi Utara dengan 96,23 persen, dan Sulawesi Barat sebesar 95,97 persen. Penting untuk dicatat bahwa data BPS tahun 2022 ini masih menggunakan acuan 34 provinsi, belum mencakup 38 provinsi yang ada saat ini.

Practical Insights

Berdasarkan data dari BPS, jelas terlihat bahwa program gentengisasi memberikan dampak positif terhadap preferensi material atap di Indonesia. Sebagai pemangku kepentingan di sektor hunian dan konstruksi, penting untuk memperhatikan kecenderungan ini dan memanfaatkan peluang yang ada untuk mengedukasi masyarakat tentang kelebihan genteng dibandingkan dengan material lainnya. Pengenalan lebih lanjut tentang manfaat jangka panjang dari penggunaan genteng juga dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan kualitas hunian di seluruh Indonesia.

Kesimpulan

Dalam rangka memenuhi kebutuhan akan hunian yang lebih baik, upaya gentengisasi yang didorong oleh pemerintah menunjukkan hasil yang signifikan, dengan lebih dari setengah rumah tangga di Indonesia beralih ke penggunaan genteng. Meskipun material lain seperti seng dan asbes masih digunakan, genteng tetap menjadi pilihan utama bagi banyak rumah tangga, terutama di Jawa. Namun, tantangan dalam penyebaran penggunaan genteng secara merata di seluruh wilayah Indonesia masih perlu diatasi. Untuk informasi lebih lanjut mengenai data penggunaan atap rumah tangga di Indonesia, publikasi resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022 menjadi referensi yang relevan.

➡️ Baca Juga: 5 ransomware terbaru 2024 targetnya PC gaming,cek folder lo sekarang sebelum telat

➡️ Baca Juga: KPK Tetapkan Mulyono, Kepala KPP Banjarmasin, Sebagai Tersangka Korupsi

Related Articles

Back to top button