
Pernah nggak sih, kamu merasa sangat nyaman dengan ponsel yang sekarang dipakai sampai nggak tega untuk ganti? Rasanya sudah cocok di tangan, semua data ada di situ, dan performanya masih cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Tapi, di sisi lain, ada suara kecil yang bertanya, “Apa gadget kesayangan ini masih bisa mengimbangi zaman?”
Nah, mungkin itu yang kamu rasakan jika masih memegang atau sedang mempertimbangkan Galaxy A55 di tahun 2026. Ponsel ini dulu hadir sebagai pilihan solid di kelas menengah, dengan janji build quality yang ditingkatkan dan sejumlah fitur unggulan yang turun dari seri flagship. Harganya yang terjangkau membuat banyak orang jatuh hati.
Pertanyaan besarnya sekarang: setelah beberapa tahun berlalu, apakah ponsel ini masih layak menemani aktivitas digitalmu? Artikel ini hadir untuk menjawab rasa penasaran itu. Kita akan mengulik bersama mulai dari desain, performa harian, hingga ketahanan baterainya di era sekarang.
Review ini khusus buat kamu yang sedang hunting ponsel second-hand dengan budget terbatas, atau pengguna setia yang penasaran apakah sudah waktunya upgrade. Kita akan lihat apakah spesifikasi yang dulu cukup garang, masih mampu menghadapi tuntutan aplikasi dan game di 2026.
Poin-Poin Penting
- Evaluasi kelayakan Samsung A55 untuk digunakan di tahun 2026 dari berbagai aspek kunci.
- Analisis performa dan daya tahan baterai ponsel dalam menghadapi aplikasi masa kini.
- Pembahasan mengenai nilai harga dan kompetitifnya dibanding ponsel mid-range terbaru.
- Pentingnya update software jangka panjang dari Samsung bagi masa pakai perangkat.
- Rekomendasi jujur apakah ponsel ini masih worth it atau sudah saatnya beralih.
- Fokus pada pengalaman pengguna sehari-hari sebagai tolok ukur utama.
Mengapa Pertanyaan Ini Penting di Tahun 2026?
Tahun 2026 menjadi titik penting untuk mengevaluasi apakah perangkat yang diluncurkan beberapa tahun lalu masih mampu bersaing. Siklus hidup smartphone umumnya berkisar 3-4 tahun sebelum mulai terasa usang secara teknologi.
Di titik ini, spesifikasi yang dulu dianggap mumpuni perlu ditinjau ulang. Apakah masih cukup untuk menjalankan aplikasi dan game masa kini dengan lancar?
Harga second-hand yang lebih terjangkau di 2026 memang menarik. Tapi, apakah penghematan tersebut sebanding dengan pengalaman pengguna yang mungkin sudah berkurang?
Perangkat dari kelas menengah seperti ini menghadapi tantangan unik. Standar untuk segmen mid-range di 2026 pasti sudah lebih tinggi dibanding saat peluncurannya.
Faktor penyelamat utama adalah janji update software jangka panjang. Dukungan update sistem operasi dan keamanan yang extended benar-benar memperpanjang usia pakai.
Bagi pengguna setia, mengetahui waktu tepat untuk upgrade sangat krusial. Terlalu cepat berarti boros, terlambat bisa mengurangi produktivitas.
Evaluasi di 2026 memberikan perspektif nyata tentang kualitas jangka panjang. Ini bukan sekadar review spesifikasi, tapi uji ketahanan di dunia nyata.
Pasar second-hand juga memperhitungkan nilai ini. Smartphone dengan dukungan update panjang cenderung memiliki harga jual lebih stabil.
Di sisi lain, perkembangan hardware entry-level semakin pesat. Chipset dengan proses 6nm kini tersedia di perangkat terjangkau yang tetap andal untuk kebutuhan gaming ringan.
Pertanyaan kelayakan menjadi relevan karena menyangkut investasi jangka panjang. Membeli atau mempertahankan perangkat harus memberi nilai optimal.
Kombinasi desain premium dan performa stabil memang menjadi daya tarik utama. Ditambah jaminan update software, membuatnya cocok untuk berbagai kebutuhan.
Namun, material dan ketahanan fisik setelah beberapa tahun perlu diverifikasi. Apakah build quality yang baik sejak awal masih terasa optimal?
Peningkatan dibanding generasi sebelumnya mungkin sudah tidak signifikan jika dibandingkan dengan ponsel mid-range terbaru. Inilah yang membuat evaluasi di 2026 sangat berarti.
Bagi pencari smartphone second-hand dengan budget terbatas, informasi ini menjadi panduan berharga. Memahami batas kemampuan sebuah perangkat membantu mengambil keputusan lebih bijak.
Desain & Ketahanan Fisik: Masih Terasa Premium Nggak?

Material pembangun menjadi salah satu faktor penentu apakah sebuah gadget masih layak dipakai setelah bertahun-tahun. Di 2026, banyak smartphone kelas menengah baru justru menghemat biaya dengan menggunakan plastik.
Perangkat ini hadir dengan konstruksi premium yang jarang ditemui di segmen harganya. Frame aluminium memberikan kekokohan ekstra saat digenggaman.
Bagian depan dan belakang dilindungi oleh Glass Victus+ yang terkenal tangguh. Material ini memang menjadi standar tinggi untuk ketahanan terhadap goresan.
Material Aluminium dan Gorilla Glass Victus+
Setelah dua tahun lebih pemakaian, frame aluminium mungkin menunjukkan tanda-tanda wear and tear. Goresan halus atau penyok kecil bisa muncul tergantung cara penggunaan.
Namun, kualitas konstruksi yang solid tetap terasa. Bobot 213 gram memberikan kesan padat dan premium di tangan.
Gorilla Glass pelindung layar dan bodi belakang umumnya masih berfungsi baik. Kecuali jika pernah terjatuh dengan keras, proteksi ini tetap optimal.
Ukuran 161.1 x 77.4 x 8.2 mm termasuk ergonomis untuk genggaman sehari-hari. Desainnya yang timeless dengan kamera individual tanpa modul besar masih terlihat modern.
Dibandingkan smartphone mid-range 2026, material pembangun ini justru lebih unggul. Banyak varian baru di kelas serupa kembali menggunakan plastik untuk menekan harga.
Port USB-C, tombol fisik, dan slot SIM perlu diperiksa kondisi engselnya. Komponen ini rentan aus setelah pemakaian intensif selama beberapa tahun.
Sertifikasi IP67: Perlindungan Ekstra yang Masih Relevan
Fitur tahan air dan debu ini tidak pernah ketinggalan zaman. Di 2026, perlindungan dasar terhadap elemen tetap sangat dibutuhkan.
Sertifikasi IP67 berarti perangkat bisa bertahan di air sedalam 1 meter selama 30 menit. Ini memberikan ketenangan pikiran saat digunakan di kondisi hujan atau lingkungan basah.
Untuk pengguna aktif, proteksi ekstra ini sangat berarti. Tidak perlu khawatir saat tangan berkeringat atau terkena cipratan air minum.
Ketahanan fisik secara keseluruhan memang menjadi bukti build quality yang baik. Seperti dijelaskan dalam ulasan tentang konstruksi premium, kombinasi aluminium dan kaca ini memberikan nilai tambah.
Dibandingkan dengan standar mid-range 2026, fitur perlindungan ini masih kompetitif. Bahkan beberapa varian baru di kelas yang sama hanya menawarkan sertifikasi IP54 atau tanpa sertifikasi sama sekali.
Dari segi desain dan ketahanan, perangkat ini masih memberikan pengalaman premium. Material berkualitas dan proteksi dasar yang lengkap membuatnya tetap relevan.
Layar Super AMOLED 120Hz: Bosan Nggak Nih Lagi?
Di era konten visual yang semakin kaya, kualitas tampilan layar menentukan kepuasan penggunaan jangka panjang. Setelah beberapa tahun, apakah panel yang dulu dianggap premium masih mampu memukau?
Perangkat ini mengusung panel Super AMOLED berukuran 6,6 inci. Teknologi ini terkenal dengan kontras tinggi dan warna yang hidup. Di tahun 2026, keunggulan dasar ini tetap terasa.
Kualitas Visual untuk Konten 2026
Resolusi Full HD+ masih cukup tajam untuk menikmati video streaming. Detail pada film atau serial terlihat jelas tanpa pikselasi yang mengganggu. Warna yang dihasilkan tetap vibrant dan akurat.
Dukungan HDR10+ meningkatkan pengalaman menonton konten berkualitas tinggi. Adegan gelap terlihat lebih dalam dengan detail yang terjaga. Fitur ini membuat kontras gambar semakin optimal.
Untuk penggunaan di luar ruangan, tingkat kecerahan hingga 1000 nits masih membantu. Layar tetap terbaca meski di bawah sinar matahari langsung. Namun, beberapa varian baru mungkin sudah menawarkan angka lebih tinggi.
Teknologi Super AMOLED unggul dalam menampilkan warna hitam pekat. Keunggulan ini masih sulit ditandingi oleh panel LCD biasa. Untuk konten dengan banyak adegan gelap, perbedaannya cukup signifikan.
Fitur always on display tetap berguna untuk memantau notifikasi. Kamu bisa melihat waktu atau pesan tanpa menyalakan layar utama. Ini menghemat baterai sekaligus memudahkan akses informasi cepat.
Refresh Rate 120Hz vs Standar Baru
Dulu, refresh rate 120Hz adalah fitur premium di kelas menengah. Sekarang, ini sudah menjadi standar yang lebih umum. Pertanyaannya, apakah masih terasa mulus?
Pengalaman scrolling media sosial dengan kecepatan ini tetap responsif. Geser timeline Instagram atau TikTok terasa sangat smooth. Tidak ada lag atau stuttering yang mengganggu.
Untuk gaming kasual, fluiditas gerakan masih terasa lebih baik dibanding 60Hz. Namun, game berat tahun 2026 mungkin sudah membutuhkan kemampuan lebih. Seperti diulas dalam tinjauan performa, panel 6,6 inci dengan refresh rate tinggi memang memberikan pengalaman berbeda.
Sensor sidik jari di bawah layar masih berfungsi dengan baik. Kecepatan dan akurasinya tetap memadai untuk membuka kunci perangkat. Meski teknologi terbaru mungkin lebih cepat, ini masih praktis untuk penggunaan sehari-hari.
Secara keseluruhan, panel layar super ini masih memberikan pengalaman visual yang memuaskan. Untuk konsumsi konten harian dan media sosial, performanya cukup solid. Meski bukan yang terbaru, kualitasnya tetap di atas rata-rata.
Performa Samsung A55: Ngangkut Aplikasi Masa Kini?
Spesifikasi di atas kertas memang penting, tapi performa nyata di tangan pengguna adalah penentu utama kelayakan sebuah ponsel. Di sinilah kita akan menguji apakah samsung a55 masih sanggup menjadi workhorse yang andal di tahun 2026.
Dari sekadar membuka media sosial hingga menjalankan aplikasi editing video mobile, tuntutannya semakin berat. Mari kita bedah komponen kunci yang memengaruhi kecepatan dan responsivitas perangkat ini.
Exynos 1480 dan GPU AMD Dihadapkan Tuntutan 2026
Ditenagai chipset Exynos 1480 berproses 5nm, jantung dari samsung galaxy ini dulu dianggap cukup garang. GPU Xclipse 530 berbasis AMD bertanggung jawab menangani grafis. Untuk penggunaan sehari-hari seperti browsing, WhatsApp, dan streaming, kombinasi ini masih terasa sangat lancar.
Namun, saat dihadapkan pada game 3D terbaru atau aplikasi editing video yang kompleks, batasannya mulai terlihat. Game seperti Genshin Impact mungkin masih bisa dijalankan, tetapi tidak dengan pengaturan grafis maksimal. Untuk game mobile seperti MLBB atau PUBG Mobile, performa nya masih cukup memadai dengan setting menengah.
Di sisi lain, efisiensi daya Exynos 1480 yang baik masih menjadi poin plus. Chipset ini tidak mudah panas berlebihan saat digunakan untuk tugas-tugas ringan hingga sedang, sehingga membantu menjaga ketahanan baterai.
Konfigurasi RAM yang beragam (6/8/12 GB) juga berpengaruh. Untuk varian RAM 8GB atau 12GB, spesifikasi nya masih cukup untuk multitasking dasar di tahun 2026. Membuka beberapa tab browser sambil mendengarkan musik dan notifikasi media sosial masih bisa dihandle dengan baik.
Keunggulan pada bagian penyimpanan adalah dukungan kartu microSD hingga 1TB. Ini menjadi solusi brilian jika memori internal 128/256 GB sudah penuh dengan foto, video, dan dokumen. Kamu tidak perlu khawatir kehabisan ruang untuk konten multimedia.
| Aktivitas (Tahun 2026) | Performa Samsung A55 (Exynos 1480) | Keterangan & Rekomendasi |
|---|---|---|
| Multitasking & Aplikasi Produktivitas | Baik | RAM 8GB/12GB masih memadai untuk Office, email, dan browser dengan banyak tab. Tidak ada lag yang signifikan. |
| Game Casual (MLBB, COD Mobile) | Cukup Baik | Bisa dijalankan dengan lancar pada pengaturan grafis medium-to-high. Pengalaman gaming tetap menyenangkan. |
| Game Berat & Editing Video Mobile | Terbatas | Mungkin mengalami frame drop pada pengaturan tinggi. Untuk editing kompleks, proses rendering akan lebih lama. |
| Konsumsi Media & Sosial Media | Sangat Baik | Menonton video 1080p/4K dan scrolling feed Instagram/TikTok sangat smooth berkat layar 120Hz. |
| Keamanan Data | Sangat Baik | Dilindungi oleh Samsung Knox, memberikan lapisan keamanan hardware yang tetap relevan. |
Jaminan Update Software: Penyelamat Utama
Di sinilah nilai jangka panjang perangkat ini benar-benar bersinar. Janji update dari pabrikan sangat krusial untuk memperpanjang usia pakai. Samsung galaxy ini datang dengan jaminan 4 tahun update sistem operasi dan 5 tahun update keamanan.
Artinya, di tahun 2026, ponsel ini masih akan menerima patch keamanan terbaru. Ini adalah fitur yang sering diabaikan namun sangat vital untuk melindungi data pribadi dari ancaman siber. Update software rutin ini menjaga perangkat tetap aman dan kompatibel dengan layanan modern.
Berkat kebijakan update jangka panjang ini, antarmuka One UI pada perangkat ini mungkin sudah mencapai versi yang lebih baru. Ini memberikan peningkatan pada pengalaman pengguna dengan fitur-fitur fresh dan perbaikan stabilitas. UI-nya akan terasa lebih modern dibandingkan perangkat seumuran tanpa dukungan update.
Lapisan keamanan Samsung Knox juga tetap aktif. Fitur ini melindungi data sensitif seperti kata sandi dan informasi perbankan di tingkat hardware, memberikan ketenangan pikiran ekstra.
Secara keseluruhan, meski chipsetnya mungkin bukan yang tercepat di pasaran 2026, kombinasi performa yang masih memadai dan dukungan software jangka panjang membuat smartphone ini tetap menjadi pilihan yang sangat masuk akal untuk penggunaan sehari-hari.
Sistem Kamera: Cukup untuk Medsos dan Konten 2026?

Bagaimana jika gadget kesayanganmu masih bisa menghasilkan foto yang Instagramable di tahun 2026? Di era konten visual yang mendominasi, kemampuan menangkap momen dengan jelas bukan lagi sekadar fitur tambahan.
Kebutuhan akan foto dan video berkualitas untuk media sosial terus meningkat. Standar konten di platform seperti TikTok dan Instagram Reels semakin tinggi.
Mari kita uji apakah sistem pengambilan gambar pada perangkat ini masih mampu memenuhi ekspektasi tersebut. Evaluasi ini penting bagi creator pemula atau pengguna aktif yang bergantung pada kamera ponsel.
Kamera Utama 50MP dengan OIS
Sensor utama 50MP dengan bukaan f/1.8 masih menjadi andalan. Optical Image Stabilization (OIS) yang tertanam membuat perbedaan signifikan, terutama dalam kondisi cahaya minim.
Untuk foto sehari-hari di media sosial, hasilnya tetap tajam dan detail. Warna yang dihasilkan natural dengan dynamic range yang cukup baik.
Dibandingkan dengan smartphone mid-range 2026, sensor ini mungkin tidak sebesar varian terbaru. Namun, kombinasi dengan OIS memberikan keunggulan untuk foto low-light yang stabil.
Kamera ultrawide 12MP dengan sudut 123° masih berguna untuk landscape atau foto grup. Distorsi pada tepi gambar sudah terkontrol dengan baik.
Sedangkan lensa macro 5MP tetap useful untuk konten kreatif close-up. Detail kecil seperti tekstur atau bunga bisa ditangkap dengan jelas.
Kamera Depan 32MP untuk Video Call dan Konten
Sensor depan 32MP dengan bukaan f/2.2 masih cukup mumpuni. Kualitasnya memadai untuk video call kerja atau kuliah yang sekarang menjadi rutinitas.
Untuk konten TikTok atau Instagram Reels, resolusi ini memberikan detail yang baik. Wajah terlihat jelas dengan pengolahan warna yang natural.
Dalam kondisi cahaya yang cukup, hasil swafoto tetap bisa diandalkan. Fitur beautify atau filter bawaan aplikasi berjalan lancar dengan dasar kualitas yang baik.
Kamera 32MP ini memang dirancang untuk era konten visual. Spesifikasi nya masih relevan mengingat mayoritas konten media sosial dikonsumsi dalam resolusi terkompresi.
Fitur Perekaman Video 4K
Dukungan perekaman video 4K pada 30fps masih menjadi standar yang relevan. Banyak konten video profesional masih menggunakan resolusi ini sebagai dasar.
Stabilisasi gyro-EIS bekerja efektif untuk mengurangi guncangan. Hasilnya, video dokumentasi sehari-hari atau vlogging singkat terlihat lebih smooth.
Seperti dijelaskan dalam review lengkap, Night Mode yang aktif otomatis di kondisi low light menjadi penyelamat. Fitur ini memastikan kamera tetap bisa menangkap momen dalam pencahayaan terbatas.
Untuk konten creator pemula, kombinasi 4K dan stabilisasi sudah sangat memadai. Tidak perlu investasi kamera tambahan untuk memulai channel YouTube atau TikTok.
Perekaman video dengan kualitas baik menjadi nilai tambah utama. Di tahun 2026, kemampuan ini masih termasuk kompetitif untuk kelas menengah.
Secara keseluruhan, sistem kamera pada Galaxy A55 masih memberikan performa yang solid. Untuk kebutuhan media sosial dan konten kreatif pemula, spesifikasi nya cukup memuaskan.
Peningkatan software melalui update berkala juga membantu menjaga kualitas hasil foto. Algoritma pemrosesan gambar terus disempurnakan oleh pabrikan.
Jadi, jika pertanyaannya adalah apakah masih cukup untuk medsos dan konten 2026, jawabannya adalah ya. Dengan catatan, ekspektasi disesuaikan dengan usia perangkat dan perkembangan teknologi terbaru.
Baterai 5000 mAh: Masih Bisa Tahan Seharian?
Kapasitas besar 5000 mAh terdengar mengesankan, tapi bagaimana performanya setelah ratusan siklus pengisian? Di tahun 2026, ketahanan energi menjadi penentu utama apakah sebuah gadget layak dipertahankan.
Baterai adalah komponen yang paling rentan mengalami degradasi. Setiap kali diisi dan dikosongkan, kemampuannya menyimpan daya sedikit berkurang.
Untuk perangkat yang sudah berusia dua tahun lebih, evaluasi ini sangat krusial. Kamu perlu tahu apakah masih bisa mengandalkannya dari pagi hingga malam tanpa colokan.
Daya Tahan Pemakaian Setelah 2+ Tahun
Setelah melalui ratusan siklus charging, kapasitas efektif baterai pasti menurun. Penurunan alami ini biasanya sekitar 15-20% untuk pemakaian normal.
Artinya, dari kapasitas awal 5000 mAh, yang tersisa mungkin sekitar 4000-4250 mAh. Meski demikian, angka ini masih termasuk besar untuk kelas menengah.
Screen-on-time (SOT) menjadi indikator terbaik. Untuk penggunaan campuran seperti dijelaskan dalam ulasan performa baterai, kombinasi efisiensi chipset dan layar berperan besar.
Fitur refresh rate 120Hz memang meningkatkan kenyamanan visual. Namun, mode ini juga mengonsumsi lebih banyak daya dibandingkan setting 60Hz.
Chipset Exynos 1480 dengan proses 5nm membantu mengoptimalkan konsumsi energi. Untuk tugas ringan hingga sedang, efisiensinya masih terjaga dengan baik.
| Aktivitas Penggunaan (2026) | Perkiraan Konsumsi Baterai | Screen-on-Time yang Diperoleh |
|---|---|---|
| Media Sosial & Browsing | Rendah hingga Sedang | 6-7 jam (dengan optimisasi) |
| Streaming Video (1080p) | Sedang | 5-6 jam (sesuai pengujian) |
| Gaming Casual (MLBB, COD) | Tinggi | 3-4 jam (pengaturan medium) |
| GPS Navigation & Maps | Tinggi | 4-5 jam (tergantung sinyal) |
| Video Call (Zoom/Meet) | Sedang-Tinggi | 4-5 jam (dengan kamera aktif) |
Degradasi baterai alami mempengaruhi pengalaman pengguna berat. Jika kamu menghabiskan banyak waktu untuk konten video dan game, persiapan power bank menjadi wajib.
Tips optimisasi sederhana bisa memperpanjang usia pakai. Mengatur brightness otomatis dan membatasi aplikasi background membantu menghemat daya.
Mode penghemat baterai yang cerdas tetap menjadi penyelamat. Fitur ini mengurangi performa non-esensial untuk memperpanjang ketahanan.
Dukungan Fast Charging 25W
Standar pengisian cepat 25W masih relevan di tahun 2026. Meski bukan yang tercepat, kemampuannya mengisi 50% dalam 30 menit cukup praktis.
Sayangnya, adaptor 25W tidak disertakan dalam paket pembelian. Kamu perlu membelinya terpisah atau menggunakan charger kompatibel.
Waktu pengisian penuh membutuhkan sekitar 1 jam 20 menit. Dibandingkan dengan teknologi charging 65W atau 100W yang kini tersedia, kecepatannya memang lebih lambat.
Namun untuk kebutuhan darurat, kemampuan isi ulang cepat tetap berguna. Dalam waktu setengah jam, baterai sudah cukup untuk beberapa jam pemakaian.
Seperti dibahas dalam perbandingan efisiensi daya, teknologi pengisian yang lebih baru menawarkan kecepatan lebih tinggi. Tapi untuk penggunaan sehari-hari, 25W masih memadai.
Ketersediaan charger kompatibel di pasaran cukup luas. Banyak merek pihak ketiga yang menawarkan adaptor dengan spesifikasi serupa.
Keamanan pengisian menjadi pertimbangan penting. Pastikan menggunakan produk bersertifikat untuk menghindari kerusakan pada perangkat.
Pengisian nirkabel tidak didukung pada varian ini. Kamu harus mengandalkan kabel USB-C untuk semua kebutuhan charging.
Daya tahan baterai smartphone ini untuk penggunaan normal masih memuaskan. Dengan pengelolaan yang bijak, ketahanan seharian tetap bisa dicapai.
Perbandingan dengan seri mid-range 2026 menunjukkan bahwa efisiensi telah meningkat. Namun, kapasitas besar 5000 mAh memberikan keunggulan tersendiri.
Nilai harga di pasar second-hand dipengaruhi oleh kondisi baterai. Periksa kesehatan baterai sebelum memutuskan membeli.
Dukungan peningkatan software melalui update juga mempengaruhi efisiensi. Algoritma manajemen daya terus disempurnakan oleh pabrikan.
Secara keseluruhan, kombinasi kapasitas besar dan fast charging 25W masih memberikan pengalaman memadai. Untuk pengguna yang tidak terlalu berat, ketahanan seharian tetap mungkin dicapai.
Kesimpulan: Jadi, Masih Worth It Gak di 2026?
Jadi, setelah bertahun-tahun sejak peluncurannya, apakah keputusan untuk mempertahankan atau membeli unit bekas masih bijak? Jawabannya sangat tergantung pada kebutuhan dan budget kamu.
Untuk pengguna yang fokus pada media sosial, browsing, dan video call, ponsel ini tetap menjadi pilihan solid. Desain premium, layar bagus, dan dukungan update jangka panjang adalah keunggulannya yang masih relevan.
Namun, bagi gamer atau content creator yang menuntut performa tinggi, batasannya mulai terasa. Di pasar second-hand 2026, nilai tukarnya menarik untuk yang ingin hemat budget.
Rekomendasi akhir: Galaxy A55 masih layak, terutama sebagai ponsel sekunder atau untuk pengguna casual. Jika spesifikasi dan harga bekasnya pas, ia bisa menjadi teman digital yang setia.
➡️ Baca Juga: Nvidia Halt Produksi Rtx 4070 Supply Langka Harga Naik 30 Persen Di Tokopedia Scalper
➡️ Baca Juga: OIS 4-axis vs 5-axis, bedanya cuma di spesifikasi doang?




